Thursday, 31 January 2013

PERSAHABATAN DIHARI KIAMAT





Pertanyaan Soal persahabatan Di Hari Kiamat. Pada hari kiamat kelak, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, Allah akan mengundang orang-orang yang saling mencintai karena Allah untuk berkumpul dalam naungan-Nya. Disebutkan kelak Allah akan berkata, "Manakah orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku? Hari ini, aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku, sedang hari ini tidak ada naungan lain selain naungan-Ku. Mereka berdiri satu persatu dan kemudian berkumpul dibawah naungan Allah. Mereka dikumpulkan bukan atas dasar persamaan derajat, pangkat, kedudukan, keturunan, akan tetapi mereka saling mencintai karena Allah. Mereka berasal dari berbagai golongan, suku, ras, dan status sosial. Kecintaan mereka karena Allah lah yang membuat mereka bisa bertemu dalam satu naungan Allah."

Dalam sebuah hadist disebutkan, ada seseorang yang senantiasa pergi dari satu kampung ke kampung lain untuk mengunjungi saudaranya seiman. Maka, Allah mengutus seorang malaikat untuk menghadangnya di tengah perjalanan. Lalu, ketika orang itu muncul, malaikat yang diutus Allah menyapanya, "Hendak ke manakah engkau?" Ia menjawab, "Aku hendak mengunjungi saudaraku seiman". Malaikat itu bertanya, "Apakah ia memiliki seuatu kenikmatan yang bisa engkau harapkan?" Ia menjawab, "Tidak. Sebab aku mencintainya karena Allah".

Maka malaikat itu berkata, "Ketahuilah, aku ini seorang Malaikat yang diutus Allah kepadamu untuk mengabarkan, bahwa sesungguhnya Allah benar-benar mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya". Artinya, orang itu mengunjungi saudaranya adalah karena terdorong oleh kecintaannya terhadap Allah. Dalam sebuah hadist disebutkan,

Rasulullah shallahu alaihi wassalam menuturkan, Allah Ta'ala, berfirman,
"Adalah keniscayaan untuk memberikan kecintaan-Ku kepada orang-orang yang saling mencintai karena Allah dan orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan orang-orang yang bersahabat karena Aku".

(الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ ﴿٦٧

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa". (QS. Az-Zukhruf [43] : 67)

Artinya, barangsiapa mengasihi temannya karena Allah Ta'ala niscaya temannya itu akan menjadi temannya di akhirat. Karena Allah jadi didalamnya tidak ada pelanggaran, tidak ada niatan selain karena kesamaan visi ketaatan, dan saling mensupport menuju ketaqwaan kepada Robb-Nya berdasarkan Qur'an dan Sunnah

Mengenang Keajaiban Kelahiran Muhammad Rasulullah SAW




semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil.

Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia.

ketika Ruh Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan 7 pintu langit dan 8 pintu syurga serta memberitahu semua penghuni langit dan bumi

Tanah-tanah disekitaran kawasan mekah yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

pasukan tentara bergajah yang dipimpin Abrahah Gubernur Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, Ia memimpin tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi. datang menyerang kota Mekah untuk merobohkan Ka’bah. ketika mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan bersujud dengan izin Allah. Kemudian datanglah sekumpulan burung “Ababil” datang menyerang dan menghancurkan mereka dengan melempari pasukan bergajah itu dengan Krikil api dari perut bumi.

Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata “Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.”

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah ibunda Musa dan Maryam ibunda Isa yang di turunkan Allah dari langit. Dalam hal ini merupakan satu isyarat bahwa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya daripada Nabi Isa dan Musa.

Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria.Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari kediaman aminah di mekah, kota-kota tersebut dapat dilihat.

Aminah sendiri melihat Muhammad dilahirkan dalam keadaan bersih dari darah seolah seperti sudah di mandikan, sudah di khitan, dan dalam keadaan terbaring dengan dua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian Aminah juga melihat awan turun menyelimuti dirinya dan Kemudian ada cahaya yang muncul dari dirinya. Cahaya itu menerangi semua yang ada. sehingga beliau mendengar sebuah seruan "Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik. Engkau telah melahirkan manusia terbaik... Namakan ia Muhammad..."Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah. Kemudian rasullullah terlungkup dan bersujud kepada ibunya sebagai tanda penghormatan kepada ibunya dan sukur kepada Allah.

Pada malam kelahiran Muhammad muncul Bintang berwarna Merah di atas kota Mekah, dan para suku Quraisy menyebut bintang itu “Tsabit”.
Amr bin Umayah, seorang ahli astronomi hebat di masanya berkata, "Pandanglah langit! Pandangi bintang-bintang yang menjadi petunjuk kita. Bintang-bintang yang menunjukkan kapan musim dingin dan panas tiba. Lihatlah! Bila kalian melihat bintang-bintang itu pindah dari tempatnya, maka ketahuilah bahwa masa kehancuran seluruh makhluk telah tiba. Bila kalian menyaksikan bintang-bintang ini tetap pada tempatnya dan bintang-bintang lain dilempar ke sekitarnya, maka ketahuilah telah terjadi satu peristiwa baru."

Ketika orang-orang Quraisy menyaksikan peristiwa yang ada di langit mereka berkata, "Seakan-akan kiamat yang diberitakan oleh Yahudi dan Kristen telah terjadi."

Dikatakan juga pada malam kelahiran bayi Muhammad, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib ayah dari Abdullah, "Ketika aku sedang berada di Ka'bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata" telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.''

Selain itu di tempat yang lain pula terjadi gempa di berbagai belahan bumi yang sudah di tentukan Allah, gempa di mahligai Kisra Kejajaan Romawi dan menyebabkan mahligai tersebut retak, mengakibatkan empat belas tiang menaranya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda -tanda keruntuhan kerajaan tersebut. dan gempa di benteng kerajaan Byzantium mengalami kerusakan,
Pada malam itu muncul cahaya dari Hijaz yang menerangi langit, kemudian meluas hingga mencapai langit bagian timur. Singgasana semua raja dan penguasa zalim hancur dan mereka tibat-tiba menjadi bisu. Mereka tidak dapat berbicara hingga malam tiba. Ilmu para tukang sihir musnah dan sihir mereka tidak berguna.

Kejadian luar biasa lainnya, Air danau Saveh mongering, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan, salah satu agama yang dibawa oleh Zoroaster, yang diselewengkan umatnya menjadi agama penyembah api. Peristiwa itu tentu saja mengejutkan orang Parsi.
Pemimpin Rahib Zoroaster bermimpi melihat onta-onta yang kuar menyeret kuda-kuda Arab melewati sungai Dajlah hingga mencapai Iran. Kubah pintu gerbang istana Kisra terbelah dan sungai Dajlah yang sebelumnya kering telah diisi lagi oleh air.

Greja – greja dan sinagoga yang menjadi peribadatan umat Nasrani dan yahudi di belahan Bumi banyak yang mengalami kerusakan

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran Nabi Muhammad, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah.

Setelah baginda lahir, Allah memerintahkan para malaikat menutup 7 pintu langit dan menjaganya dari Jin dan Iblis sehingga mereka tidak bisa mencuri dengar perbincangan para malaikat dan berita dari langit, dan ini menunjukkan bahwa pengetahuan syaitan mengenai perkara ghaib dan ramalan sudah tamat. Dikatakan pula Ketika rasulullah dilahirkan Allah mencabut kemampuan Jin dan Iblis yang berbicara di dalam berhala.
Imam Jakfar Shadiq ra. mengenai peristiwa yang terjadi saat kelahiran Nabi Muhammad Saw berkata, "Setan biasa pulang pergi ke tujuh langit yang ada. Ketika Nabi Isa as lahir ke dunia, setan dilarang melewati tiga langit. Dengan demikian ia hanya bisa pergi hingga ke langit keempat. Ketika Nabi Muhammad Saw lahir ke dunia, setan dilarang naik ke langit, sekalipun yang pertama. Bila setan hendak naik ke langit, maka panah meteor dari langit dilemparkan ke arahnya..."

Dalam riwayat yang sahih dan masyhur, ketika baginda diasuh oleh ibu susunya yaitu Halimatus Sa'diah, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau. Begitu juga binatang ternak seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak. Selain itu, Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat sekalipun termasuk juga pakaian nabi. Halimah dan suaminya juga beberapa kali melihat kelompok awan kecil di atas kepala melindungi nabi daripada panas matahari

PERJALANAN RUH






[QS 7:46] Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum “. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)

Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum , entah, mungkin sebelum Adam dan Hawa diciptakan, surga sudah dihuni oleh Makluk Allah yang terdahulu dan sudah terhisab dalam dimensi yang lain?.

[QS 35:16] Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

Di ayat diatas ada kalimat “Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)”, tahukah anda apa yang tersirat dari kalimat ini?.

Disitulah kemungkinan tempat awal mula ruh. Dibatas surga dan neraka itulah awal mula ruh tinggal. Ruh yang ingin memasuki surga tetapi mereka belum dapat memasukinya. Lalu bagaimana cara ruh itu masuk surga?.

Cara ruh masuk adalah dengan menguji ruh tersebut. Bagaimana cara mengujinya?. Cara mengujinya dengan melahirkannya dalam bentuk manusia. Saat ditiupkan dalam jasad manusia itulah maka ruh akan kelihatan kepantasannya, apakah berhak masuk surga atau neraka.

Anak-anak yang meninggal belum taraf berdosa kemungkinan akan kembali ke alam Ruh Ini? , dan kemungkinan mereka bisa dilahirkan kembali kepada jasad manusia yang lain. Untuk diuji kembali sebagai manusia jika mereka masih mengharapkan surga.

[QS 2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Sebelum Adam dan Hawa diciptakan, kemungkinan ruh sudah diciptakan. Tentang berapa banyaknya ruh yang diciptakan, kemungkinan sebanyak manusia yang diciptakan (manusia yang sudah mengerti dosa/pahala, dimana mereka sudah pernah mendapat pesan Allah).

Penciptaan Adam dan Hawa merupakan awal dari ruh mendapatkan cobaan mereka. Dimana jika mereka (Adam & Hawa) patuh akan mendapatkan Surga. Tetapi karena Adam & Hawa tidak patuh maka mereka dibuang ke bumi, Adam & Hawa masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya di dunia.

bahwa untuk mengelola dunia (sebagai khalifah) perlu kerja keras. Kerja keras bisa dimotivasi jika ada ampunan dan kesalahan. Saat Adam dan Hawa melakukan dosa mereka membuat kesalahan, dan tentu mereka berharap ampunan. Nah Allah akan memberi mereka ampunan jika bisa menjadi khalifah yang baik. Itulah mengapa Adam diturunkan kebumi. Karena bumi hanya bisa dikelola oleh manusia.

Terbukti MALAIKAT pernah tidak percaya :

[QS 2.30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

tetapi Allah telah menetapkannya. Dan kita sebagai anak cucu adam adalah para ruh yang datang kemudian untuk diuji di dunia ini.

Jadi saat bayi lahir, sebenarnya itu merupakan awal mula ruh mendapat cobaan dari Allah. Dimana sebelum dilahirkan dalam ujud manusia, ruh telah berjanji untuk takwa kepada Allah.

[QS 7:172] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa (ruh) mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Tetapi kebanyakan akhirnya mengingkari. Sebagian besar dari kita lupa akan kenikmatan yang lebih kekal di Surga dan lebih memilih kenikmatan sesaat di dunia

[QS 103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

[QS 17:85] Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Wednesday, 30 January 2013

MILYARDER KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN R.A

 - Utsman menyediakan makanan bagi kaum muslimin seperti makanan raja-raja. Padahal, ia sendiri hanya makan dengan minyak zaitun dan cuka, ujarnya. Demikian pula, Abdullah bin Syaddat, mengisahkan : Saya lihat Utsman berkhutbah hari Jumat dengan memakain pakaian yang harganya empat atau lima dirham saja. Padahal, ia adalah seorang Amirul Mukminin, ucapnya.

Demikianlah, peringai seorang hamba Allah, yang berserah diri kepada Allah. Nafsu makannya ditekan dengan jalan puasa, dihinakannya kemegahan jahiliyah dalam jiwanya, dan dicukupkannhya hanya dengan kemuliaan Islam, hingga dirinya pun menjadi mulia.

Pada suatu hari, ia marah terhadap pelayannya, ditariknya telinga pelayan itu sampai kesakitan. Ketika marahnya reda, ia menjadi gelisah karena perbuatannya itu. Sampai mengganggu tidurnya. Lalu, dipanggilnya pelayan itu, dan disuruhnya melakukan qishas terhadap dirinya dengan cara menarik telinganya. Tetapi, pelayan itu berpaling, dan tidak bersedia melakukannya. Utsman dengan gigih memaksanya. Kemudian, pelayan itu, akhirnya mau menarik telinga Utsman. Keraskanlah tarikannya, hai Gulam?, perintah Utsman. Karena, qishas di dunia ini lebih ringan, dibandingkan qishas di akhirat nanti, tambahnya.

Demikian, keadaan hamba Allah yang tak dirinya tak terpisahkan dari Khaliqnya. Kita temui ia pada peristiwa ini, dan sebagaimana kita jumpai dalam peristiwa lainnya. Sekrang marilah masuk ke dalam masjid Madinah untuk menemui seorang laki-laki mulia dan berwibawa. Anehnya, ia tidur diatas batu kerikil dilantai masjid, sementara jubahnya dijadikan bantal. Tatkala ia terbangun dari tidurnya, terlihat bekas-bekas kerikil itu dipinggangnya

Siapakah laki-laki itu?

Ternyata ia adalah seorang hamba ahli ibadah, dan zuhud yang telah menyerahkan dirinya yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla. Dia tiada lain adalah Utsman bin Affan, seorang milyader, yang kaya raya, dan harta berlimpah sedekahnya juga melimpah sehingga ia ringan kehidupannya dalam jaminan Allah SWT, dan dunia tidak bisa masuk kehatinya melainkan dunia menjadi budak dirinya, dunia menghiba kepada ahli Syurga, keyakinan dan kekuatan Iman dan Islam, baik sebelulm maupun sesudah masuk ke dalam Islam.

Abdullah bin Umar mengenai dirinya (Utsman), yakni perkataan yang diucapkannya setelah membaca surah Az-Zumar. Apakah kalian yang lebih beruntung hai orang-orang musyrik? Ataukah orang yang beribadah di tengan malam dengan sujud dan berdiri, disebabkan karena takuktnya kepada (siksa) akhirat, dan harapannya akan rahmat Rabbnya..

Utsman Bin Affan salah seorang pemimpin Khulafaur Rasyidin, ditangannya Syariat Islam tegak dalam diri, keluarga dan wliayah kekuasaannya yang luas menaungi umat-umat Islam dan umat lain, dengan Al Quran dan As Sunnah ia pimpin semuanya sehingga Islam begitu mulia tercatat dalam tinta emas sejarah.

Mengenai Khalafaur Rasyidin, empat khalifah pertama, ada hadist yang disebut wasiat perpisahan, semoga menjadi cerminan jauhnya para pemimpin didunia ini dalam jalan Islam.

Suatu hari Rasulullah SAW pernah shalat bersama kami kemudian beliau menghadap pd kami dan mberikan nasehat pd kami yg mjadikan air mata berlinang dan hati takut, maka seorang brkata: Wahai Rasulullah nasehat ini seakan2 nasehat dr orang yg akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.
Maka Rasulullah SAW bersabda: Aku wasiatkan kpd kalian supaya tetap BERTAQWA kpd Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yg memerintah kalian adalah seorang budak dr Habasyah. Sungguh, orang yg masih hidup di antara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yg banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kpd Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin (Sistem Khilafah/Syariat) yang mendapat petunjuk Peganglah erat2 dan GIGIT-lah dgn gigi geraham kalian. ( HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimy (I/44-45), al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah (I/ 205), al-Hakim (I/95-96), dishahihkan Imam adz-Dzahabi )

Sunday, 27 January 2013

MENGENAL NABI & RASUL


Jika anak SD-SMP di tanya berapakah jumblah nabi dan rasul dari umat islam??? Maka mereka menjawab dengan lantang “Duaaaaa Puluuuuh Limmmaaaaa” bahkan sampai anak kuliahan’pun ikut2 ikutan. Jika jawaban ini yg muncul Maka jawaban ini sangat salah besar dan kurang akan pemahaman. Ke 25 nabi & rasul itu adalah yang di sebutkan dalam Al-qur’an sebagai kitab umat islam. Tapi mereka bukan sepenuhnya nabi dari umat islam, oleh karena itu mari kita analisa bersama sipakah dari ke 25 nabi itu yang berperan besar dalam agama islam, untuk itu sebelumnya saya akan bahas sedikit mengenai nabi dan Rasul…

PERBEDAAN NABI & RASUL

- Nabi Para Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya tetapi tidak punya kewajiban atas umat tertentu atau wilayah tertentu. Walau demikian, bukan berarti nabi tidak boleh menyampaikan wahyu kepada para Keluarganya, saudaranya dan kerabatnya sebagai pengikutnya,
Rasulullah Muhamad bersabda : "Ditampakkan kepadaku umat - umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tak bersama seorangpun" (H.R. Bukhari Muslim)
- Rasul adalah laki-laki yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada kaumnya pada zamannya.

Jadi seorang yang diangkat menjadi Nabi belum tentu mereka adalah seorang Rasul, sedangkan seorang yang di angkat menjadi Rasul sudah pasti mereka adalah seorang Nabi,.

JUMLAH NABI & RASUL

Dari Abi Dzar ia berkata : "Saya bertanya, wahai Rasulullah berapakah jumlah nabi?". Beliau menjawab, "Jumlah nabi senyak 124.000 orang, di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang" suatu jumlah yang besar. (H.R. Ahmad)

DAFTAR NAMA NABI & RASUL :

Berikut akan saya jabarkan nama2 para nabi dan rasul dalam 3 agama samawi (Islam, Yahudi, Nasrani) yg telah tercatat dalam kitab 3 agama, Hadis islam dan history. Dalam daftar nama ini juga di bedakan mana yang nabi dan mana yang rasul, berikut daftar penjabarannya

1. Nabi ADAM as : manusia pertama dan juga nabi pertama, Nabi pertama yang membuat pondasi Ka’bah

2. Nabi SYITS bin ADAM as : memimpin Para saudaranya beserta anak cucunya (Hadis & History)

3. Nabi IDRIS as : berdakwah kepada kaum yang bernama Zuriat Qabil dan Memphis.

4. Rasul NUH as : Rasul pertama, diutus untuk kaum Bani Rasib dan Ararat (Qarda)

5. Rasul HUD as : diutus untuk kaum Ad (sekarang berada diantara wilayah Yaman dan Oman).

6. Rasul SHALEH as : diutus untuk kaum Tsamud.
7. Rasul IBRAHIM (Abraham) as : diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur (sekarang Iraq). Membangun Ka’bah bersama Ismail as

8. Rasul LUTH as keponakan IBRAHIM as : diutus untuk kaum Sodom dan Gomorrah

9. Rasul ISMAIL bin IBRAHIM as : tinggal di Amaliq dan berdakwah untuk Qabilah Yaman, Mekkah. Membangun Ka’bah bersama ayahnya Ibrahim as

10. Rasul ISHAQ bin IBRAHIM as : diutus untuk bangsa Kana’an di wilayah Al-Khalil Palestina.

11. Nabi YAQUB (Israel) bin ISHAQ as : berdakwah kepada bani Israil di Syam.

12. Rasul YUSUF (Yosef) bin YAQUB as : berdakwah kepada Kan’ān dan Hyksos di Mesir.

13. Nabi AYYUB as : berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria (Aramin) di Haran, Syam.

14. Nabi SYU’AIB (Rehuel) as Mertua MUSA as : berdakwah kepada kaum Madyan dan Aikah.

15. Nabi YASYUS as : diutus dan berdakwah di Iraq (History)

16. Nabi LUQMAN as : nabi sekaligus hakim di utus di sudan (Al-qur’an: surat Lukman)

17. Rasul Habib An Najjar as : berdakwah di Tarsus yang sekarang ini berada di dalam negara Turki. (hadis, History,al-Qur’an ayat 20-25 surah Yaasiin)

18. Nabi KHIDIR (Melkisedek) Guru MUSA as : seorang nabi yang berdakwah berkeliling dan tidak memiliki pengikut (Hadis & History, Injil/perjanjian baru)

19. Rasul MUSA (Moses) as : Menerima KITAB TAURAT dan berdakwah kepada kaum Raja Firaun di Mesir, dan bani Israel

20. Nabi HARUN as kakak MUSA as : mendampingi Musa as dalam menyampaikan dakwah kepada Firaun, Hamman, Samiri, Qarun. Dan kaum Bani Israel

21. Nabi YUSA murid MUSA as : memimpin Bani Israel memasuki kota Yareho, Palestina (Hadis, History, Taurat/Perjanjian lama)

22. Rasul ZULKIFLI bin AYYUB as : menjadi Raja dan diutus kepada kaum Amoria di Damaskus.

23. Nabi ZULKARNAIN as : Nabi sekaligus Raja yang membangun tembok mengurung Yakjuj dan Makjuj (Al-Qur’an)

24. Rasul JURJIS as : berdakwah untuk Pemerintahan Bani Israel di Palestina (Hadis & History)

25. Nabi SYAM’UN as : Nabi yang menghancurkan kerajaan pemerintahan Bani Israel di Palestina (Hadis & History)
pada kitab Qisasul Al Anbiya'. Dalam kitab itu dikatakan bahawa Nabi Muhammad S.A.W. tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabatnya, "Apa yang membuatkanmu tersenyum wahai Rasulullah?" Muhammad menjawab, "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam syurga. Beliau adalah Syam'un".

26. Nabi HASQIYAL (Yehezkiel) : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Taurat/Perjanjian Lama)

27. Nabi SAMUEL as : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Hadis, History, Taurat/Perjanjian Lama)

28. Rasul DAUD (David) as : Menerima KITAB ZABUR dan sebagai Raja memimpin bani Israel di Palestina

29. Rasul SULAIMAN (Solomon) bin DAUD as : sebagai Raja memimpin bani Israel, Bangsa Jin dan Hewan di Palestina, Pendiri Baitul maqdis (Al-Aqso)

30. Rasul ILYAS as : berdakwah kepada kaum Finisia dan Bani Israel.

31. Rasul ILYASA as : berdakwah kepada Bani Israil dan kaum Amoria di Panyas, Syam.

32. Rasul JEREMIAH (Yeremia) : berdakwah untuk Pemerintahan Raja Nebuchadnezzar dari babilonia (iraq) yang menjajah Palestina. (Taurat/Perjanjian lama)

33. Rasul DANIEL : berdakwah untuk Pemerintahan Raja Nebuchadnezzar bersama bangsa Israil telah ditawan dan diasingkan ke Babil (Iraq) (Taurat/Perjanjian lama)

34. Nabi HOSEA : di utus untuk Bani Israel di Palestina, masa tahta kerajaan Asyur (Taurat/Perjanjian Lama)

35. Nabi YOEL : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Taurat/Perjanjian Lama)

36. Nabi AMOS : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Taurat/Perjanjian Lama)

37. Nabi OBAJA : di utus untuk Bani Israel di Palestina, masa permusuhan bangsa Edom dengan bangsa Yehuda/israel (Taurat/Perjanjian Lama)

38. Rasul YUNUS (Yonah) as : berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq.

39. Nabi MIKHA : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Taurat/Perjanjian Lama)

40. Nabi NAHUM : di utus untuk Bani Israel di Palestina (Taurat/Perjanjian Lama)

41. Rasul HABAKUK : di utus untuk Bani Israel di Palestina, masa bangsa Kasdim yang berusaha untuk menguasai dunia di bawah pemerintahan raja Yoyakim (Taurat/Perjanjian Lama)

42. Rasul ZEFANYA : di utus untuk Bani Israel di Palestina, pada masa di mana kerajaan Asyur di bagian barat sedang meluas dan menyembah bulan (Taurat/Perjanjian Lama)

43. Rasul HAGAI : berdakwah dan memimpin kepulangan kembali orang Yahudi ke Yehuda palestina setelah masa pembuangan. (Taurat/Perjanjian lama)

44. Rasul UZAIR as : berdakwah untuk bani Israil di palestina, dan di anggap sebagai Anak ALLAH oleh bani Israel (Al-qur’an, Hadis, History, Taurat/Perjanjian lama)
Dan orang-orang Yahudi berkata: "Uzair ialah anak Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-Masih ialah anak Allah". Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran? (At-Taubah 9:30)

45. Rasul HANZALAH as : di utus pada suatu kaum di Yaman (Hadis & History)

46. Rasul ISAIAH (Yesaya) : berdakwah kepada pemerintahan 4 orang raja Judah di palestina yaitu Uzziah/Azariah, Jotham, Ahaz dan Hezekiah. (Taurat/Perjanjian lama)

47. Nabi ZAKARIYA as Paman ISA as : berdakwah untuk bani Israil di palestina bersama para Rabi Yahudi.

48. Nabi IMRAN as Ayah MARIA : berdakwah untuk bani Israil di palestina dan menjaga Baitul Maqdis (Al-Aqso) (Hadis, History, Al-quran, Injil/Perjanjian Baru, Taurat/Perjanjian lama)

49. Nabi YAHYA (Yohanes) as bin ZAKARIYA as dan sepupu ISA as : berdakwah untuk Pemerintahan Raja Hirodus Romawi dan bani Israil di Palestina

50. Rasul ISA Al-Masih as Putra MARIA dan cucu IMRAN as : menerima KITAB INJIL dan berdakwah untuk bani Israil di palestina dan berdakwah pada Akhir jaman menjelang Kiamat meneruskan ajaran MUHAMMAD saw, sebagai bagian dari umat Islam

51. Rasul MALEAKI : berdakwah untuk bani Israil di palestina, dan di sebut sebagai nabi yang terakhir dalam ajaran Yahudi Israel (Taurat/Perjanjian lama)

52. Rasul FIMIYUN : berdakwah untuk umat nasrani di Palestina sampai madinah. (History)

53. Rasulullah MUHAMMAD saw : Nabi sekaligur Rasul terakhir, menerima KITAB AL-QUR’AN dan pembawa ajaran Islam. merupakan penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Berdakwah di Mekah dan Madinah

Dari daftar nama nabi dan rasul di atas dapat di simpulkan bahwa nabi sekaligus rasul yg berperan besar bagi perkembangan umat islam adalah:

1. Nabi IBRAHIM as =
- membagun ka’bah bersama putra pertamanya Ismail as,
- peniggalan batu maqom Ibrahim di samping ka’bah sebagai pijakan Ibrahim ketika membangun ka’bah,
- peletakan batu hajar aswad dari surga di sudut ka’bah,
- mengorbankan putranya ismail as atas perintah Allah swt, sehingga Allah menukarnya dgn domba jantan (Hari raya kurban idul Adha).
- Melempari setan 7 kali ketika menggangu Ibrahim ketika mau mengorbankan ismail as (Lempar jumroh 7 kali dalam ibadah haji)

2. Nabi ISMAIL as =
- Malaikat Jibril as memunculkan sumber air zam-zam pada tanah yg di pijak kaki ismail as ketika bayi,
- berdiam diri di padang arafah bersama ibunya hajar (sa’I dalam ibadah haji)
- lari 7 kali dari bukit shofa ke marwa (dalam ibadah haji) seperti yg di lakukan Hajar ibu ismail as, ketika mencari air
- yang pertama kali menjinakkan kuda

3. Nabi MUHAMMAD Rasulullah saw =
- Di turunkannya kitab Al-qur’an dalam bertahab di turunkan di mekah dan madinah, menjadi pedoman hidup uamat islam sampai akhir jaman.
- Al-Hadis. Ucapan dan perbuatan nabi Muhammad yg di sampaikan para sahabat dalam berdakwah dan turn temurun dari tabi’in, tabi’it-tabi’in, Ulama Qolaf dan Ulama salaf, menjadi hokum sunah pada umat islam dan petunjuk ke dua setelah kitab Al-qur’an
- Perintah sholat wajib 5 waktu dalam peristiwa isra’mi-raj
- Perintah puasa Ramadhon 30 hari
- Perintah ibadah haji bagi yang mampu melaksanakan
- Anjuran puasa sunah Senin-kamis yang menjadi kebiasaan nabi Muhammad

Selain 3 nabi & rasul yg berpengaruh dalam Islam masih terdapat nabi & Rasul yang ikut memberikan andil dalam sejarah islam
1. Nabi ADAM as =
- membuat pondasi ka’bah pertama kali
- pertemuan adam dan istrinya Hawa di jabal rohma (Mekah), situs ibadah umroh dan haji
- yang pertama kali mengajarkan ilmu berkebun
- yang pertama kali mengajarkan ilmu berternak
2. Nabi SULAIMAN as =
- Membangun Baitul maqdis (Al-aqso) di palestina sebagai tempat beribadah

Jadi hanya 25 saja yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan wajib diketahui tapi bukanlah nabi dari umat islam karena hanya 3 nabi sajalah yg bisa di katakan sebagai nabi dari umat islam (Ibrahim, Ismail, Muhammad) walupun adam dan sulaiman juga berperan dalam sejarah islam tapi mereka bukanlah nabi dari umat islam, adam adalah ayah dari semua manusia dan sulaiman adalah nabi bani Israel. akhirkata Jumlah 25 nabi saja masih banyak orang malas mempelajari dan meneladaninya, apalagi 124.000 nabi.

Friday, 11 January 2013

Tanpa Judul :)

✔ Apabila kamu teringatkan seseorang,
perbanyaklah olehmu ISTIGHFAR#

✔ Apabila kamu lupa tentang apa yang kamu
pelajari, perbanyakkanlah­ SELAWAT#

✔ Apabila kamu ingin wajah berseri dan sejuk
mata memandang, perbanyaklah SHALAT
DHUHA#

✔ Apabila kamu inginkan perlindungan dan
kekuatan hati, perbanyaklah TAHAJUD#

✔ Apabila kamu inginkan malaikat
mendampingimu dan mengelak dari pandangan
nafsu syaitan, hendaklah kamu sentiasa berada
dalam keadaan BERWUDHU...

Thursday, 27 December 2012

Keistimewaan Sholat Subuh

Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala
berfirman,“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan
(dirikanlah pula shalat) Shubuh.
Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)
Banyak yang tidak tahu Keutamaan Sholat Subuh Betapa banyak kaum muslimin yang lalai
dalam mengerjakan sholat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan
sholat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda
dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

Keutamaan Sholat Shubuh
Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaan Sholat
Subuh adalah :

(1) Salah satu penyebab masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

(2) Salah satu penghalang masuk neraka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidaklah akan masuk neraka orang yang
melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

(3) Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia
berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa
yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa
yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR.Muslim no. 656)

(5) Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dan para malaikat malam dan malaikat siang
berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR.Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh
Padahal banyak keutamaan Sholat Subuh yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya
mereka mengetahui keutamaan keduanya,niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan
ibadah yang satu ini.

Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki
untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.Banyak manfaat sholat yang bisa kita rasakan langsung maupun tidak langsung,khususnya keutamaan Sholat subuh

Saturday, 15 December 2012

MANUSIA BERTANYA, AL-QUR'AN MENJAWAB

jadilah orang yang pertama yang membagikan berita ini.

-Manusia bertanya : bolehkah aku frustrasi ?
-AL-QUR'AN menjawab : janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman . ( Ali Imran : 139 )

-Manusia bertanya : kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : ALLAH tidak membebani se
seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( Al-Baqarah : 286 )

-Manusia bertanya : kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
-AL-QUR'AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . ( Al-Baqarah : 216 )

-Manusia bertanya : kenapa aku diuji ?
-AL-QUR'AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : " kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi ? ( Al-Ankabuut : 2 )

-Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta .( Al-Ankabuut : 3 )

-Manusia bertanya : bolehkah aku berputus asa ?
-AL-QUR'AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir . ( Yusuf : 87 )

-Manusia bertanya : bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . ( Ali Imraan : 200 )

-Manusia bertanya : bagaimana menguatkan hatiku ?
-AL-QUR'AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal . ( At-Taubah : 129 )

-Manusia bertanya : apa yang kudapat dari semua ujian ini ? ~
-AL-QUR'AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . ( At-Taubah : 111 )

~♥~ Maha Benar ALLAH Dengan Segala Firman-NYA ~♥~

Monday, 3 December 2012

[ BAHAYA MEREMEHKAN DOSA KECIL ]


Ust Ibrahim Lubis MA

Muhqirat dzunub adalah dosa yang diremehkan dan diangap kecil oleh seseorang. Banyak orang tak perhatian terhadapnya sehingga ia terjerumus ke dalam berulang kali tanpa bisa dihitung. Bahkan bisa jadi sebagian orang terus menerus mengerjakannya tanpa absen meninggalkannya karena ia dianggap sebagai dosa kecil.

Imam Ahmad dalam Musnadnya menye

butkan satu riwayat dari hadits Sahal bin Sa'ad Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إيّاكم ومحقرات الذنوب، فإنّما مثل محقرات الذنوب كمثل قوم نزلوا بطن واد فجاء ذا بعود وذا بعود حتى جمعوا ما أنضجوا به خبزهم، وإن محقرات الذنوب متى يؤخذ بها صاحبها تهلكه

"Jauhilah Muhqirat Dzunub (dosa-dosa yang diremehkan). Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil yang diremehkan itu seperti suatu kaum yang singah di satu lembah, lalu satu orang datang membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lainnya juga demikian sampai mereka mengumpulkan banyak kayu bakar yang bisa mematangkan roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil yang diremehkan itu, kapan pelakunya dibalas maka akan menghancurkannya." (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, no. 389)

Perlu diketahui, menganggap kecil suatu dosa bisa menjadikannya menjadi besar di sisi Allah Ta'ala. Perlu disadari, bahwa dosa besar terkadang diiringi dengan rasa malu, takut, dan merasa itu dosa besar yang berbahaya sehingga ia menjadi kecil. Sementara dosa kecil terkadang diiringi sedikit malu dan tidak digubris, tidak takut, dan diremehkan sehingga lama-kelamaan ia menjadi besar.

Dari sini ada dua sisi keburukan dari dosa-dosa kecil yang diremehkan: Pertama, banyak/seringnya dilakukan sehingga bisa menyebabkan kehancuran. Kedua, diremehkan dan dianggap kecil yang bisa menyebabkan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Al-Imam Al-Ghazali berkata: Dosa kecil bisa menjadi besar dengan beberapa sebab, di antaranya: dianggap kecil dan dilakukan terus-menerus. Sesungguhnya suatu dosa ketika dianggap besar oleh seorang hamba maka akan menjadi kecil di sisi Allah. Dan setiap dianggap kecil maka akan besar di sisi Allah."

( AMALAN ) DUA DZIKIR PEMBERAT DAN MERAIH KEHIDUPAN YANG MEMUASKAN

 - Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan
dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)

Makna Subhaanallaahi Wa Bihamdihi: Menyucikan Allah Ta'ala dari semua yang tidak pantas untuk-Nya, seperti aib dan kekurangan. Berkonsekuensi, meniadakan sekutu (pathner), pasangan hidup, anak dan semua yang tidak layak disandarkan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa Dia Maha sempurna dari semua sisi.

Digandengkannya tasbih dengan pujian menunjukkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga menunjukkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.

Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.

Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja' (pengharapan) dan khauf (Takut). Raja' terdapat pada sifat pujian yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. sesudah mengetahui besarnya pahala dan makna yang terkandung dari dua kalimat zikir ini maka hendaknya kita senantiasa merutinkannya. kita senantiasa membacanya dalam keseharian kita. Karena zikir ini tidak banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tidak pula kita harus berkeringat dan mengeluarkan harta yang banyak untuk mengamalkannya.

Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan memberatkan timbangan kebaikan kita diakhirat sehingga akan termasuk orang yang bahagia. "Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (QS. Al-Mukminun: 102)

"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang MEMUASKAN." (QS. Al-Qaari'ah: 6-7)

DZIKIR PENGHAPUS DOSA MESKIPUN DOSA SEBANYAK BUIH DI SAMUDRA

Bismillahir Rahmanir Rahiim

Barangsiapa melapadzkan Subhanallah 33x
Alhamdulillah 33x
Allahhu Akbar 33x
semua berjumlah 99 lalu digenapkan menjadi 100
Laa illaha illallah wahdahula syarikalaah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qodir,maka Allah mengampuni segala dosanya meskipun sebanyak buih di samudra.
(Bukhari dan Muslim)

Subhanallah mari sahabat fillah kita berdzikir, smga Allah meridhoi kt dgn Maghfirah-Nya...

( HIKMAH ) HEBATNYA SHALAWAT DENGAN CINTA

- Rasulullah adalah habibullah (Hamba yang sangat dicintai Allah). Kita pun mencintainya dengan sepenuh jiwa. Bahkan keimanan kita mewajibkan untuk lebih mengutamakan kecintaan kepada beliau daripada kecintaan kepada anak, orang tua, diri sendiri, dan manusia seluruhnya. Para sahabat Ridhwanullah 'Alaihim telah menunjukkan kecintaan kepada beliau yang tak
ada tandingnya. Apapun kan dikobrankan demi melindungi diri beliau. Segalanya kan diberikan untuk menebus diri beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hewan, tumbuhan, batu, dan gunung tak mau ketinggalan; mereka telah menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada beliau yang sangat sepanjang zaman

Mentaati beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini merupakan tanda paling utama yang menunjukkan benarnya kecintaan kepada beliau. Allah Ta'ala berfirman,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. Al-Nisa': 80)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kewajiban mentaati beliau,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)

Al-Imad Ibnul Katsir berkata dalam tafsirnya, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya

Satu, Cinta kepada Allah tidak cukup hanya pengakuan. Tapi harus disertai pembuktian. Dan tanda bukti nyatanya adalah mengikuti utusan-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaanya; baik dalam perkataan dan perbuatannya, dalam pokok agama dan cabangnya, dalam zahir dan batinnya. Maka siapa yang mengikuti Rasul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. Jika hal itu tidak ditemukan pada seseorang, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah, ia dusta dalam pengakuannya.

Kedua, cemburu atas beliau dan ajarannya. Marah jika kehormatan beliau dan agama yang beliau bawa direndahkan. Kecemburuan ini menuntut realisasi nyata, tidak cukup hanya dengan perkataan semata. Misalnya, membuat bantahan terhadap syubuhat buruk yang dialamatkan kepada beliau dan sunnahnya, melakukan tuntutan dan perlawanan kepada mereka yang sengaja melecehkan beliau baik yang melalui lukisan karikatur, pembuatan film, dan semisalnya.

Ketiga, mengagungkan dan memuliakan pribadi beliau dan tidak meremahkan sunnahnya. Karena ada sebagian manusia yang mengklaim cinta Nabi, tapi ia mengejek orang yang menghidupkan sunnahnya seperti memanjangkan jenggot, tidak isbal dalam berpakaian, bersiwak, dan lainnya. Selayaknya orang yang cinta kepada beliau ia semangat menghidupkan sunnahnya. Sebuah keharusan, memuliakan beliau sekaligus sunnahnya. Dan di antaranya bentuk pemuliaan, tidak memanggil beliau dengan namanya semata tetapi dengan menisbatkan kepada nubuwah dan risalah serta menyertakan shalat dan salam atasnya.

Keempat, memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Karena siapa yang mencintai seseorang pastinya ia sering menyebut namanya. Maka siapa yang cinta kepada beliau ia sering membacakan shalawat dan salam kepadanya. Sesungguhnya bershalawat kepada beliau mengandung keberkahan, doa, pengagungan, dan pemuliaan.

Kelima, sering mengingat beliau, rindu dan berharap perjumpaan dengan beliau di surga. Terdapat dalam satu hadits, "Di antara umatku yang sangat mencintaikku adalah mereka yang hadir sesudahku, salah seorang mereka menginginkan kalau saja bisa melihatku dengan membawa keluarha dan hartanya." (HR. Muslim)

Adalah Bilal, saat berada di pembaringan kematiannya mengatakan: "Besok aku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta, Muhammad dan para sahabatnya."

Keenam, mencintai apa yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam cintai dari jenis manusia, makanan, minuman, perkataan, tempat, waktu, dan selainnya. Inilah kecintaan yang sempurna. Karenanya kita mencintai keluarga beliau secara keseluruhan dan para sahabatnya yang mulia.

Ketujuh, berkahlak dengan akhlak yang dimilikinya dan meniti jalan hidup yang telah ditempuhnya. Karena dalam perjalanan hidupnya terdapat keteladanan yang mulia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)

Sesungguhnya beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Al-Qur'an yang berjalan di tengah-tengah manusia. Semua perkataan dan perbuatannya adalah terjemahan aplikatif dari kitab suci yang mulia. Karenanya, selayaknya kita meniru akhlak Nabi, mengikuti jalan hidup dan petunjukkan dalam makan, minum, tidur, bermu'amalah, dan dalam segala hal. Semua ini merupakan bentuk kecintaan kepada beliau yang sesungguhnya. Wallahu Ta'ala A'lam.

Sunday, 2 December 2012

Nabi Khidir Hadir Dalam Pengurusan Jenazah Nabi Muhammad s.a.w.



Ketika Rasulullah s.a.w. baru saja wafat, diriwayatkan ketika Saiyidina Ali Bin Abu Talib r.a. meletakkan jasad baginda di atas tempat tidur, tiba-tiba terdengar satu suara gh

aib dari sudut rumah berseru dengan nada yang tinggi; "Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad kerana ia adalah suci lagi pula ia membawa kesucian."

Syaidina Ali merasa curiga lalu bertanya: "Siapa kau?, bukankah Rasulullah menyuruh kami menandikannya." Kemudian terdengar pula suara ghaib yang lain berseru: "Hai Ali ! Mandikanlah beliau. Suara ghaib yang pertama itu adalah suara iblis yang terlutuk kerana dengki terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dan bermaksud supaya Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya tanpa dimandikan." Kata Syaidina Ali pula: "Semoga Allah membalas engkau dengan kebaikan kerana engkau telah memberitahu bahawa suara itu adalah iblis. Siapa dirimu sebenarnya?" "Aku adalah Khidir, aku datang untuk menghadiri jenazah Nabi Muhammad s.a.w." Jawab suara itu.

Kemudian Saiyidina Ali pun memandikan jenazah Rasulullah sedang Al-Fadhal Bin Abbas dan Usman Bin Zaid mengambil air dan Malaikat Jibril datang membawa harum-haruman dari syurga. Mereka mengkafan dan menguburkan baginda di kamar rumah Siti Aishah pada malam Rabu dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.