Thursday, 27 December 2012
Saturday, 15 December 2012
MANUSIA BERTANYA, AL-QUR'AN MENJAWAB
jadilah orang yang pertama yang membagikan berita ini.
-Manusia bertanya : bolehkah aku frustrasi ?
-Manusia bertanya : bolehkah aku frustrasi ?
-AL-QUR'AN menjawab : janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah
(pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling
tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman . ( Ali Imran :
139 )
-Manusia bertanya : kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : ALLAH tidak membebani se
seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( Al-Baqarah : 286 )
-Manusia bertanya : kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
-AL-QUR'AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . ( Al-Baqarah : 216 )
-Manusia bertanya : kenapa aku diuji ?
-AL-QUR'AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : " kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi ? ( Al-Ankabuut : 2 )
-Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta .( Al-Ankabuut : 3 )
-Manusia bertanya : bolehkah aku berputus asa ?
-AL-QUR'AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir . ( Yusuf : 87 )
-Manusia bertanya : bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . ( Ali Imraan : 200 )
-Manusia bertanya : bagaimana menguatkan hatiku ?
-AL-QUR'AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal . ( At-Taubah : 129 )
-Manusia bertanya : apa yang kudapat dari semua ujian ini ? ~
-AL-QUR'AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . ( At-Taubah : 111 )
~♥~ Maha Benar ALLAH Dengan Segala Firman-NYA ~♥~
-Manusia bertanya : kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : ALLAH tidak membebani se
seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( Al-Baqarah : 286 )
-Manusia bertanya : kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
-AL-QUR'AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . ( Al-Baqarah : 216 )
-Manusia bertanya : kenapa aku diuji ?
-AL-QUR'AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : " kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi ? ( Al-Ankabuut : 2 )
-Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta .( Al-Ankabuut : 3 )
-Manusia bertanya : bolehkah aku berputus asa ?
-AL-QUR'AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir . ( Yusuf : 87 )
-Manusia bertanya : bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . ( Ali Imraan : 200 )
-Manusia bertanya : bagaimana menguatkan hatiku ?
-AL-QUR'AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal . ( At-Taubah : 129 )
-Manusia bertanya : apa yang kudapat dari semua ujian ini ? ~
-AL-QUR'AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . ( At-Taubah : 111 )
~♥~ Maha Benar ALLAH Dengan Segala Firman-NYA ~♥~
Monday, 3 December 2012
[ BAHAYA MEREMEHKAN DOSA KECIL ]
Ust Ibrahim Lubis MA
Muhqirat dzunub adalah dosa yang diremehkan dan diangap kecil oleh seseorang. Banyak orang tak perhatian terhadapnya sehingga ia terjerumus ke dalam berulang kali tanpa bisa dihitung. Bahkan bisa jadi sebagian orang terus menerus mengerjakannya tanpa absen meninggalkannya karena ia dianggap sebagai dosa kecil.
Imam Ahmad dalam Musnadnya menye
butkan
satu riwayat dari hadits Sahal bin Sa'ad Radhiyallahu 'Anhu, ia
berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إيّاكم ومحقرات الذنوب، فإنّما مثل محقرات الذنوب كمثل قوم نزلوا بطن واد فجاء ذا بعود وذا بعود حتى جمعوا ما أنضجوا به خبزهم، وإن محقرات الذنوب متى يؤخذ بها صاحبها تهلكه
"Jauhilah Muhqirat Dzunub (dosa-dosa yang diremehkan). Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil yang diremehkan itu seperti suatu kaum yang singah di satu lembah, lalu satu orang datang membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lainnya juga demikian sampai mereka mengumpulkan banyak kayu bakar yang bisa mematangkan roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil yang diremehkan itu, kapan pelakunya dibalas maka akan menghancurkannya." (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, no. 389)
Perlu diketahui, menganggap kecil suatu dosa bisa menjadikannya menjadi besar di sisi Allah Ta'ala. Perlu disadari, bahwa dosa besar terkadang diiringi dengan rasa malu, takut, dan merasa itu dosa besar yang berbahaya sehingga ia menjadi kecil. Sementara dosa kecil terkadang diiringi sedikit malu dan tidak digubris, tidak takut, dan diremehkan sehingga lama-kelamaan ia menjadi besar.
Dari sini ada dua sisi keburukan dari dosa-dosa kecil yang diremehkan: Pertama, banyak/seringnya dilakukan sehingga bisa menyebabkan kehancuran. Kedua, diremehkan dan dianggap kecil yang bisa menyebabkan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Al-Imam Al-Ghazali berkata: Dosa kecil bisa menjadi besar dengan beberapa sebab, di antaranya: dianggap kecil dan dilakukan terus-menerus. Sesungguhnya suatu dosa ketika dianggap besar oleh seorang hamba maka akan menjadi kecil di sisi Allah. Dan setiap dianggap kecil maka akan besar di sisi Allah."
إيّاكم ومحقرات الذنوب، فإنّما مثل محقرات الذنوب كمثل قوم نزلوا بطن واد فجاء ذا بعود وذا بعود حتى جمعوا ما أنضجوا به خبزهم، وإن محقرات الذنوب متى يؤخذ بها صاحبها تهلكه
"Jauhilah Muhqirat Dzunub (dosa-dosa yang diremehkan). Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil yang diremehkan itu seperti suatu kaum yang singah di satu lembah, lalu satu orang datang membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lainnya juga demikian sampai mereka mengumpulkan banyak kayu bakar yang bisa mematangkan roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil yang diremehkan itu, kapan pelakunya dibalas maka akan menghancurkannya." (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, no. 389)
Perlu diketahui, menganggap kecil suatu dosa bisa menjadikannya menjadi besar di sisi Allah Ta'ala. Perlu disadari, bahwa dosa besar terkadang diiringi dengan rasa malu, takut, dan merasa itu dosa besar yang berbahaya sehingga ia menjadi kecil. Sementara dosa kecil terkadang diiringi sedikit malu dan tidak digubris, tidak takut, dan diremehkan sehingga lama-kelamaan ia menjadi besar.
Dari sini ada dua sisi keburukan dari dosa-dosa kecil yang diremehkan: Pertama, banyak/seringnya dilakukan sehingga bisa menyebabkan kehancuran. Kedua, diremehkan dan dianggap kecil yang bisa menyebabkan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Al-Imam Al-Ghazali berkata: Dosa kecil bisa menjadi besar dengan beberapa sebab, di antaranya: dianggap kecil dan dilakukan terus-menerus. Sesungguhnya suatu dosa ketika dianggap besar oleh seorang hamba maka akan menjadi kecil di sisi Allah. Dan setiap dianggap kecil maka akan besar di sisi Allah."
( AMALAN ) DUA DZIKIR PEMBERAT DAN MERAIH KEHIDUPAN YANG MEMUASKAN
- Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia
berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan
dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)
Makna Subhaanallaahi Wa Bihamdihi: Menyucikan Allah Ta'ala dari semua yang tidak pantas untuk-Nya, seperti aib dan kekurangan. Berkonsekuensi, meniadakan sekutu (pathner), pasangan hidup, anak dan semua yang tidak layak disandarkan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa Dia Maha sempurna dari semua sisi.
Digandengkannya tasbih dengan pujian menunjukkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga menunjukkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.
Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.
Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja' (pengharapan) dan khauf (Takut). Raja' terdapat pada sifat pujian yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. sesudah mengetahui besarnya pahala dan makna yang terkandung dari dua kalimat zikir ini maka hendaknya kita senantiasa merutinkannya. kita senantiasa membacanya dalam keseharian kita. Karena zikir ini tidak banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tidak pula kita harus berkeringat dan mengeluarkan harta yang banyak untuk mengamalkannya.
Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan memberatkan timbangan kebaikan kita diakhirat sehingga akan termasuk orang yang bahagia. "Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (QS. Al-Mukminun: 102)
"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang MEMUASKAN." (QS. Al-Qaari'ah: 6-7)
Makna Subhaanallaahi Wa Bihamdihi: Menyucikan Allah Ta'ala dari semua yang tidak pantas untuk-Nya, seperti aib dan kekurangan. Berkonsekuensi, meniadakan sekutu (pathner), pasangan hidup, anak dan semua yang tidak layak disandarkan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa Dia Maha sempurna dari semua sisi.
Digandengkannya tasbih dengan pujian menunjukkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga menunjukkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.
Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.
Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja' (pengharapan) dan khauf (Takut). Raja' terdapat pada sifat pujian yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. sesudah mengetahui besarnya pahala dan makna yang terkandung dari dua kalimat zikir ini maka hendaknya kita senantiasa merutinkannya. kita senantiasa membacanya dalam keseharian kita. Karena zikir ini tidak banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tidak pula kita harus berkeringat dan mengeluarkan harta yang banyak untuk mengamalkannya.
Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan memberatkan timbangan kebaikan kita diakhirat sehingga akan termasuk orang yang bahagia. "Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (QS. Al-Mukminun: 102)
"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang MEMUASKAN." (QS. Al-Qaari'ah: 6-7)
DZIKIR PENGHAPUS DOSA MESKIPUN DOSA SEBANYAK BUIH DI SAMUDRA
Bismillahir Rahmanir Rahiim
Barangsiapa melapadzkan Subhanallah 33x
Alhamdulillah 33x
Allahhu Akbar 33x
semua berjumlah 99 lalu digenapkan menjadi 100
Laa illaha illallah wahdahula syarikalaah lahul mulku walahul hamdu
wahuwa 'alaa kulli syain qodir,maka Allah mengampuni segala dosanya
meskipun sebanyak buih di samudra.
(Bukhari dan Muslim)
Subhanallah mari sahabat fillah kita berdzikir, smga Allah meridhoi kt dgn Maghfirah-Nya...
Allahhu Akbar 33x
semua berjumlah 99 lalu digenapkan menjadi 100
Laa illaha illallah wahdahula syarikalaah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qodir,maka Allah mengampuni segala dosanya meskipun sebanyak buih di samudra.
(Bukhari dan Muslim)
Subhanallah mari sahabat fillah kita berdzikir, smga Allah meridhoi kt dgn Maghfirah-Nya...
( HIKMAH ) HEBATNYA SHALAWAT DENGAN CINTA
-
Rasulullah adalah habibullah (Hamba yang sangat dicintai Allah). Kita
pun mencintainya dengan sepenuh jiwa. Bahkan keimanan kita mewajibkan
untuk lebih mengutamakan kecintaan kepada beliau daripada kecintaan
kepada anak, orang tua, diri sendiri, dan manusia seluruhnya. Para
sahabat Ridhwanullah 'Alaihim telah menunjukkan kecintaan kepada beliau
yang tak
ada tandingnya. Apapun kan
dikobrankan demi melindungi diri beliau. Segalanya kan diberikan untuk
menebus diri beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hewan, tumbuhan, batu,
dan gunung tak mau ketinggalan; mereka telah menunjukkan kecintaan dan
penghormatan kepada beliau yang sangat sepanjang zaman
Mentaati beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini merupakan tanda paling utama yang menunjukkan benarnya kecintaan kepada beliau. Allah Ta'ala berfirman,
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. Al-Nisa': 80)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kewajiban mentaati beliau,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)
Al-Imad Ibnul Katsir berkata dalam tafsirnya, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya
Satu, Cinta kepada Allah tidak cukup hanya pengakuan. Tapi harus disertai pembuktian. Dan tanda bukti nyatanya adalah mengikuti utusan-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaanya; baik dalam perkataan dan perbuatannya, dalam pokok agama dan cabangnya, dalam zahir dan batinnya. Maka siapa yang mengikuti Rasul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. Jika hal itu tidak ditemukan pada seseorang, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah, ia dusta dalam pengakuannya.
Kedua, cemburu atas beliau dan ajarannya. Marah jika kehormatan beliau dan agama yang beliau bawa direndahkan. Kecemburuan ini menuntut realisasi nyata, tidak cukup hanya dengan perkataan semata. Misalnya, membuat bantahan terhadap syubuhat buruk yang dialamatkan kepada beliau dan sunnahnya, melakukan tuntutan dan perlawanan kepada mereka yang sengaja melecehkan beliau baik yang melalui lukisan karikatur, pembuatan film, dan semisalnya.
Ketiga, mengagungkan dan memuliakan pribadi beliau dan tidak meremahkan sunnahnya. Karena ada sebagian manusia yang mengklaim cinta Nabi, tapi ia mengejek orang yang menghidupkan sunnahnya seperti memanjangkan jenggot, tidak isbal dalam berpakaian, bersiwak, dan lainnya. Selayaknya orang yang cinta kepada beliau ia semangat menghidupkan sunnahnya. Sebuah keharusan, memuliakan beliau sekaligus sunnahnya. Dan di antaranya bentuk pemuliaan, tidak memanggil beliau dengan namanya semata tetapi dengan menisbatkan kepada nubuwah dan risalah serta menyertakan shalat dan salam atasnya.
Keempat, memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Karena siapa yang mencintai seseorang pastinya ia sering menyebut namanya. Maka siapa yang cinta kepada beliau ia sering membacakan shalawat dan salam kepadanya. Sesungguhnya bershalawat kepada beliau mengandung keberkahan, doa, pengagungan, dan pemuliaan.
Kelima, sering mengingat beliau, rindu dan berharap perjumpaan dengan beliau di surga. Terdapat dalam satu hadits, "Di antara umatku yang sangat mencintaikku adalah mereka yang hadir sesudahku, salah seorang mereka menginginkan kalau saja bisa melihatku dengan membawa keluarha dan hartanya." (HR. Muslim)
Adalah Bilal, saat berada di pembaringan kematiannya mengatakan: "Besok aku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta, Muhammad dan para sahabatnya."
Keenam, mencintai apa yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam cintai dari jenis manusia, makanan, minuman, perkataan, tempat, waktu, dan selainnya. Inilah kecintaan yang sempurna. Karenanya kita mencintai keluarga beliau secara keseluruhan dan para sahabatnya yang mulia.
Ketujuh, berkahlak dengan akhlak yang dimilikinya dan meniti jalan hidup yang telah ditempuhnya. Karena dalam perjalanan hidupnya terdapat keteladanan yang mulia.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)
Sesungguhnya beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Al-Qur'an yang berjalan di tengah-tengah manusia. Semua perkataan dan perbuatannya adalah terjemahan aplikatif dari kitab suci yang mulia. Karenanya, selayaknya kita meniru akhlak Nabi, mengikuti jalan hidup dan petunjukkan dalam makan, minum, tidur, bermu'amalah, dan dalam segala hal. Semua ini merupakan bentuk kecintaan kepada beliau yang sesungguhnya. Wallahu Ta'ala A'lam.
Mentaati beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini merupakan tanda paling utama yang menunjukkan benarnya kecintaan kepada beliau. Allah Ta'ala berfirman,
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. Al-Nisa': 80)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kewajiban mentaati beliau,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)
Al-Imad Ibnul Katsir berkata dalam tafsirnya, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya
Satu, Cinta kepada Allah tidak cukup hanya pengakuan. Tapi harus disertai pembuktian. Dan tanda bukti nyatanya adalah mengikuti utusan-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaanya; baik dalam perkataan dan perbuatannya, dalam pokok agama dan cabangnya, dalam zahir dan batinnya. Maka siapa yang mengikuti Rasul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. Jika hal itu tidak ditemukan pada seseorang, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah, ia dusta dalam pengakuannya.
Kedua, cemburu atas beliau dan ajarannya. Marah jika kehormatan beliau dan agama yang beliau bawa direndahkan. Kecemburuan ini menuntut realisasi nyata, tidak cukup hanya dengan perkataan semata. Misalnya, membuat bantahan terhadap syubuhat buruk yang dialamatkan kepada beliau dan sunnahnya, melakukan tuntutan dan perlawanan kepada mereka yang sengaja melecehkan beliau baik yang melalui lukisan karikatur, pembuatan film, dan semisalnya.
Ketiga, mengagungkan dan memuliakan pribadi beliau dan tidak meremahkan sunnahnya. Karena ada sebagian manusia yang mengklaim cinta Nabi, tapi ia mengejek orang yang menghidupkan sunnahnya seperti memanjangkan jenggot, tidak isbal dalam berpakaian, bersiwak, dan lainnya. Selayaknya orang yang cinta kepada beliau ia semangat menghidupkan sunnahnya. Sebuah keharusan, memuliakan beliau sekaligus sunnahnya. Dan di antaranya bentuk pemuliaan, tidak memanggil beliau dengan namanya semata tetapi dengan menisbatkan kepada nubuwah dan risalah serta menyertakan shalat dan salam atasnya.
Keempat, memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Karena siapa yang mencintai seseorang pastinya ia sering menyebut namanya. Maka siapa yang cinta kepada beliau ia sering membacakan shalawat dan salam kepadanya. Sesungguhnya bershalawat kepada beliau mengandung keberkahan, doa, pengagungan, dan pemuliaan.
Kelima, sering mengingat beliau, rindu dan berharap perjumpaan dengan beliau di surga. Terdapat dalam satu hadits, "Di antara umatku yang sangat mencintaikku adalah mereka yang hadir sesudahku, salah seorang mereka menginginkan kalau saja bisa melihatku dengan membawa keluarha dan hartanya." (HR. Muslim)
Adalah Bilal, saat berada di pembaringan kematiannya mengatakan: "Besok aku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta, Muhammad dan para sahabatnya."
Keenam, mencintai apa yang beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam cintai dari jenis manusia, makanan, minuman, perkataan, tempat, waktu, dan selainnya. Inilah kecintaan yang sempurna. Karenanya kita mencintai keluarga beliau secara keseluruhan dan para sahabatnya yang mulia.
Ketujuh, berkahlak dengan akhlak yang dimilikinya dan meniti jalan hidup yang telah ditempuhnya. Karena dalam perjalanan hidupnya terdapat keteladanan yang mulia.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)
Sesungguhnya beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Al-Qur'an yang berjalan di tengah-tengah manusia. Semua perkataan dan perbuatannya adalah terjemahan aplikatif dari kitab suci yang mulia. Karenanya, selayaknya kita meniru akhlak Nabi, mengikuti jalan hidup dan petunjukkan dalam makan, minum, tidur, bermu'amalah, dan dalam segala hal. Semua ini merupakan bentuk kecintaan kepada beliau yang sesungguhnya. Wallahu Ta'ala A'lam.
Sunday, 2 December 2012
Nabi Khidir Hadir Dalam Pengurusan Jenazah Nabi Muhammad s.a.w.
Ketika Rasulullah s.a.w. baru saja wafat, diriwayatkan ketika Saiyidina Ali Bin Abu Talib r.a. meletakkan jasad baginda di atas tempat tidur, tiba-tiba terdengar satu suara gh
aib dari
sudut rumah berseru dengan nada yang tinggi; "Jangan kamu mandikan
jenazah Muhammad kerana ia adalah suci lagi pula ia membawa kesucian."
Syaidina Ali merasa curiga lalu bertanya: "Siapa kau?, bukankah Rasulullah menyuruh kami menandikannya." Kemudian terdengar pula suara ghaib yang lain berseru: "Hai Ali ! Mandikanlah beliau. Suara ghaib yang pertama itu adalah suara iblis yang terlutuk kerana dengki terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dan bermaksud supaya Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya tanpa dimandikan." Kata Syaidina Ali pula: "Semoga Allah membalas engkau dengan kebaikan kerana engkau telah memberitahu bahawa suara itu adalah iblis. Siapa dirimu sebenarnya?" "Aku adalah Khidir, aku datang untuk menghadiri jenazah Nabi Muhammad s.a.w." Jawab suara itu.
Kemudian Saiyidina Ali pun memandikan jenazah Rasulullah sedang Al-Fadhal Bin Abbas dan Usman Bin Zaid mengambil air dan Malaikat Jibril datang membawa harum-haruman dari syurga. Mereka mengkafan dan menguburkan baginda di kamar rumah Siti Aishah pada malam Rabu dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.
Syaidina Ali merasa curiga lalu bertanya: "Siapa kau?, bukankah Rasulullah menyuruh kami menandikannya." Kemudian terdengar pula suara ghaib yang lain berseru: "Hai Ali ! Mandikanlah beliau. Suara ghaib yang pertama itu adalah suara iblis yang terlutuk kerana dengki terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dan bermaksud supaya Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya tanpa dimandikan." Kata Syaidina Ali pula: "Semoga Allah membalas engkau dengan kebaikan kerana engkau telah memberitahu bahawa suara itu adalah iblis. Siapa dirimu sebenarnya?" "Aku adalah Khidir, aku datang untuk menghadiri jenazah Nabi Muhammad s.a.w." Jawab suara itu.
Kemudian Saiyidina Ali pun memandikan jenazah Rasulullah sedang Al-Fadhal Bin Abbas dan Usman Bin Zaid mengambil air dan Malaikat Jibril datang membawa harum-haruman dari syurga. Mereka mengkafan dan menguburkan baginda di kamar rumah Siti Aishah pada malam Rabu dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.
Mensifati BIDADARI SURGA
- Rasulullah
Muhammad SAW bersabda, “ALLAH SWT menciptakan wajah bidadari dari empat
warna, yaitu putih, hijau, kuning, dan merah. ALLAH menciptakan
tubuhnya dari minyak Za’faran, misik, anbar, dan kafur. Rambutnya
dari sutra yang halus. Mulai dari jari-jari kakinya sampai ke lututnya
dari Za’faran dan wewangian. Dari lutut sampai payudara dari misik. Dari
payudara sampai lehernya dari Anbar, Dan dari leher sampai kepalanya
terbuat dari Kafur. Seandainya bidadari itu meludah sekali di dunia,
maka jadilah semua air di dunia Kasturi. Di dadanya tertulis nama
suaminya dan nama-nama ALLAH SWT. Pada setiap tangan dari kedua
tangannya terdapat sepuluh gelang dari emas, sedangkan pada jari-jarinya
terdapat sepuluh cincin, dan pada kedua kakinya terdapat sepuluh
binggal(gelang kaki) dari Jauhar dan permata.
- riwayat lain menjelaskan bahwa Bidadari diciptakan dari tetesan hujan dari awan di bawah Arsy dan Bidadari diciptakan langsung jadi gadis perawan dan terus gadis perawan
Wajah para bidadari dari 4 Warna yaitu :PUTIH , HIJAU , KUNING & MERAH, Tubuhnya dari : ZA’FARAN ,MISIK ,ANBAR & KAFUR, Jari-Jari Kakinya sampai Lututnya dari Za’faran, kedua Lututnya hingga, kedua Payudaranya dari Misik, kedua Payudara sampai Lehernya dari Kafur, dari Leher sampai Kepala dari Anbar, Rambutnya dari Sutra. Pada Dada mereka tertulis nama-nama Suaminya & nama-nama ALLAH, Wajahnya lebih Putih & bersih dari pada Cermin
Kedua Tangan para bidadari terdapat 10 Gelang dari Emas, Pada Jari-Jarinya terdapat 10 Cincin dari Emas, Kedua kakinya terdapat 10 Binggal dari Permata ,Mutiara & Jauhar. Mereka memakai 70 Pakaian & 70 Perhiasan, Batisnya tembus pandang sehingga terlihat jantung betisnya, Kecantikan mereka seperti Yaqut & Marjan, Mutiaranya yang mereka kenakan paling sedikit menyinari antara Timur & Barat. Setiap seorang penghuni surga disediakan 70 Ranjang dari Yaqut Merah ; setiap Ranjang terdapat 70 Kasur & setiap Kasur terdapat seorang Bidadari, Setiap Bidadari mempunyai 70.000 Pelayan Wanita yang melayani & 70.000 Pelayan Laki-laki yang membawa Piring-Piring dari Emas yang berisikan Makanan. Dalam Tubuh para bidadari bisa dilihat dari luar dagingnya maupun sumsum betisnya dari belakang , bidadari Mempunyai suara yang sangat merdu & tidak pernah terdengar oleh manusia & jin sebelumnya (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
Di antara para bidadari yang diciptakan Allah, terdapat Bidadari LAI’BAH, Bidadari AINA & Bidadari HURI AIN
Mereka tidak mengalami siklus Duniawi seperti ; Haid ,Beranak ,buang air besar ,Kencing ,Meludah ,Berdahak & keluar Mani
Seandainya mereka meludah dengan satu ludahan ke dunia ,maka jadilah AIR diDunia itu Misik & Kasturi yang harum baunya dan jadilah tawarlah AIR Lautan tersebut karna Ludahnya
Seandainya mereka melihat keBUMI maka di antara Bumi penuh dgn CAHAYA
Seandainya seorang Bidadari datang kepada penduduk Bumi, niscaya akan disinarinya dunia antara langit & bumi, & terpenuhinya dengan bau harum semerbak, sesungguhnya tutup kepalanya lebih baik dari dunia & seisinya (Dari ANAS bin MALIK, HR, Bukhari)
Mensifati BIDADARI AINA
Tubuhnya di ciptakan dari 5 UNSUR yaitu ; Misik ,Kafur ,Karturi ,Anbar & Za’faran lalu TANAHnya diadoni dengan Maaul Hayat(AIR Kehidupan), Pada DAGUnya tertulis “Barang Siapa yang Seperti Keadaan Ku, Maka Hendaklah Beramal dengan Bertaat Kepada ALLAH swt”. Pada LEHER sebelah Kanannya tertulis “Barang Siapa yang Mencintai ku ,Harus Menjalankan Sesuatu yang Sama Denganku ,Maka Berbuatlah Ketaatan Kepada ALLAH swt”. Matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna putih sangat putih. Bulu matanya panjang dan hitam. (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
Mensifati BIDADARI HURI’AIN
Di Sisi Kanannya tertulis “Segala Puji Bagi ALLAH yang Telah Memenuhi Janjinya”. Di sisi Kirinya tertulis “Melepaskan Kita Dari Kesedihan”. di Tangan Kanannya tertulis “Muhammad Rasulullah” . Tangan Kirinya tertulis “Ali Yun Waliullah” , di ke2 BIBIRnya tertulis“Bismillaa Hirrohmaan Nirrohiim” . di Dagunya tertulis “Al-Husein”. Kulitnya Putih , di Dahinya tertulis “Al-Hasan” . Matanya bulat & Hitam. Tubuhnya bersih dari rambut yang tidak disukai. Rambutnya berombak, Sangat jelas Putih & Hitam serta bulat matanya, Bulu Matanya bagaikan Sayap Burung, Diantara mereka ada yang memiliki Mata yang besar & berwarna Putih kemerah-merahan , Mereka mengenakan 70 Pakaian, Tubuhnya berkilau laksana gemerlapan Yaqut , Gigi-Giginya memancarkan Cahaya (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
“Bagi seorang mukmin disediakan dalam surga, sebuah kemah dari mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh kilo meter. Bagi mereka di sediakan pula beberapa istri yang satu dengan yang lain tidak saling menampakkan diri” (H.R. MUSLIM)
Mensifati Pelayan Surga :
Di surga terdapat para Pelayan yang terdiri dari Anak Laki-Laki & Anak Perempuan Orang Muslim yang belum sampai akhir Baligh telah meniggal dunia, mereka disebut Gilman dan Wildan. Jumblah mereka Lebih banyak dari Tetesan Air Hujan ,Bintang-Bintang diLangit & Daun-Daun di pepohonan, Setelah hari kiamat tiba, Mereka Menjemput Orang-Orang yang ahli puasa & memberikan Makanan kepada mereka, Mereka membawa Mangkokan-Mangkokan dari Cahaya yang berisikan Makanan ,Buah-Buahan & Minuman dari Surga (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
- riwayat lain menjelaskan bahwa Bidadari diciptakan dari tetesan hujan dari awan di bawah Arsy dan Bidadari diciptakan langsung jadi gadis perawan dan terus gadis perawan
Wajah para bidadari dari 4 Warna yaitu :PUTIH , HIJAU , KUNING & MERAH, Tubuhnya dari : ZA’FARAN ,MISIK ,ANBAR & KAFUR, Jari-Jari Kakinya sampai Lututnya dari Za’faran, kedua Lututnya hingga, kedua Payudaranya dari Misik, kedua Payudara sampai Lehernya dari Kafur, dari Leher sampai Kepala dari Anbar, Rambutnya dari Sutra. Pada Dada mereka tertulis nama-nama Suaminya & nama-nama ALLAH, Wajahnya lebih Putih & bersih dari pada Cermin
Kedua Tangan para bidadari terdapat 10 Gelang dari Emas, Pada Jari-Jarinya terdapat 10 Cincin dari Emas, Kedua kakinya terdapat 10 Binggal dari Permata ,Mutiara & Jauhar. Mereka memakai 70 Pakaian & 70 Perhiasan, Batisnya tembus pandang sehingga terlihat jantung betisnya, Kecantikan mereka seperti Yaqut & Marjan, Mutiaranya yang mereka kenakan paling sedikit menyinari antara Timur & Barat. Setiap seorang penghuni surga disediakan 70 Ranjang dari Yaqut Merah ; setiap Ranjang terdapat 70 Kasur & setiap Kasur terdapat seorang Bidadari, Setiap Bidadari mempunyai 70.000 Pelayan Wanita yang melayani & 70.000 Pelayan Laki-laki yang membawa Piring-Piring dari Emas yang berisikan Makanan. Dalam Tubuh para bidadari bisa dilihat dari luar dagingnya maupun sumsum betisnya dari belakang , bidadari Mempunyai suara yang sangat merdu & tidak pernah terdengar oleh manusia & jin sebelumnya (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
Di antara para bidadari yang diciptakan Allah, terdapat Bidadari LAI’BAH, Bidadari AINA & Bidadari HURI AIN
Mereka tidak mengalami siklus Duniawi seperti ; Haid ,Beranak ,buang air besar ,Kencing ,Meludah ,Berdahak & keluar Mani
Seandainya mereka meludah dengan satu ludahan ke dunia ,maka jadilah AIR diDunia itu Misik & Kasturi yang harum baunya dan jadilah tawarlah AIR Lautan tersebut karna Ludahnya
Seandainya mereka melihat keBUMI maka di antara Bumi penuh dgn CAHAYA
Seandainya seorang Bidadari datang kepada penduduk Bumi, niscaya akan disinarinya dunia antara langit & bumi, & terpenuhinya dengan bau harum semerbak, sesungguhnya tutup kepalanya lebih baik dari dunia & seisinya (Dari ANAS bin MALIK, HR, Bukhari)
Mensifati BIDADARI AINA
Tubuhnya di ciptakan dari 5 UNSUR yaitu ; Misik ,Kafur ,Karturi ,Anbar & Za’faran lalu TANAHnya diadoni dengan Maaul Hayat(AIR Kehidupan), Pada DAGUnya tertulis “Barang Siapa yang Seperti Keadaan Ku, Maka Hendaklah Beramal dengan Bertaat Kepada ALLAH swt”. Pada LEHER sebelah Kanannya tertulis “Barang Siapa yang Mencintai ku ,Harus Menjalankan Sesuatu yang Sama Denganku ,Maka Berbuatlah Ketaatan Kepada ALLAH swt”. Matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna putih sangat putih. Bulu matanya panjang dan hitam. (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
Mensifati BIDADARI HURI’AIN
Di Sisi Kanannya tertulis “Segala Puji Bagi ALLAH yang Telah Memenuhi Janjinya”. Di sisi Kirinya tertulis “Melepaskan Kita Dari Kesedihan”. di Tangan Kanannya tertulis “Muhammad Rasulullah” . Tangan Kirinya tertulis “Ali Yun Waliullah” , di ke2 BIBIRnya tertulis“Bismillaa Hirrohmaan Nirrohiim” . di Dagunya tertulis “Al-Husein”. Kulitnya Putih , di Dahinya tertulis “Al-Hasan” . Matanya bulat & Hitam. Tubuhnya bersih dari rambut yang tidak disukai. Rambutnya berombak, Sangat jelas Putih & Hitam serta bulat matanya, Bulu Matanya bagaikan Sayap Burung, Diantara mereka ada yang memiliki Mata yang besar & berwarna Putih kemerah-merahan , Mereka mengenakan 70 Pakaian, Tubuhnya berkilau laksana gemerlapan Yaqut , Gigi-Giginya memancarkan Cahaya (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
“Bagi seorang mukmin disediakan dalam surga, sebuah kemah dari mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh kilo meter. Bagi mereka di sediakan pula beberapa istri yang satu dengan yang lain tidak saling menampakkan diri” (H.R. MUSLIM)
Mensifati Pelayan Surga :
Di surga terdapat para Pelayan yang terdiri dari Anak Laki-Laki & Anak Perempuan Orang Muslim yang belum sampai akhir Baligh telah meniggal dunia, mereka disebut Gilman dan Wildan. Jumblah mereka Lebih banyak dari Tetesan Air Hujan ,Bintang-Bintang diLangit & Daun-Daun di pepohonan, Setelah hari kiamat tiba, Mereka Menjemput Orang-Orang yang ahli puasa & memberikan Makanan kepada mereka, Mereka membawa Mangkokan-Mangkokan dari Cahaya yang berisikan Makanan ,Buah-Buahan & Minuman dari Surga (Dlm Bk Doqouhul Akbar, Berita Alam Kubur, 120 Kunci surga, mengenal para malaikat)
Pembagian Ilmu yang diBerikan ALLAH kepada Hambanya :
1) Mukjizat=Kejadian Luar biasa yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan Rasul untuk sebagai bukti kepada Umatnya atas kenabian dan kerasulannya sebagai utusan ALLAH tuhan yang esa.
2
) Kharomah=kejadian Luar biasa yang diberikan ALLAH kepada Para Wali dan Orang Alim
3) Bashirah=Pandangan Batin atau Mata Batin yang mampu Memandang Alam Ghaib serta merupakan salah1 bentuk pengetahuan langsung tentang Hakekat
4) Fath=Merupakan Pengetahuan langsung dari ALLAH yang membukakan Pintu Alam Ghaib ataumerupakan Pengetahuan langsung tentang ALLAH yang membukakan dirinya kedalam Hati
5) Hal = Keadaan Spiritual yang masuk menguasai dalam Hati ,yang tidak bisa dicapai melalui usaha ,Keinginan atau Undangan .ia datang tanpa diDuga dan pergi tanpa diDuga
6) Kasyf = PenyingkapanatauPengungkapan diri Illahi yang tidak hanya menambah pengetahuannya tentang ALLAH ,melainkan menambah kerinduannya dan kecintaan nya kepada ALLAH
7) Ma’rifah = Pengetahuan Hakiki mengenai ALLAH yang datang melalui “Penyingkapan ,Penyaksian ,Pengetahuan ,Cita rasadanCinta”
8) Mukhalafah = Penyingkapan Dimensi Lahiriah ,Dimensi Batiniah danPengungkapan ALLAH sehinggah menginginkan lebih banyak lagi Pengetahuan tentang ALLAH
9) Tajalliyat = Penyingkapan diri ALLAH kepada Makhluknya yang tidak pernah berulang secara sama dan tidak pula pernah berakhir ,yaitu berupa Cahaya batiniah yang masuk kedalam Hati
10) Istidraj = Suatu Keajaiban yang diberikan oleh ALLAH kepada Orang Dholim ,yang berupa Al-Mark(Rasa Aman Dari Azab) ,Al-Kaid(Tipu Daya) ,Al-Imla (Memberi Tangguh) danAl-Ihlak(Siksaan) agar kedurhakaan mereka semakin bertambah disetiap Harinya
3) Bashirah=Pandangan Batin atau Mata Batin yang mampu Memandang Alam Ghaib serta merupakan salah1 bentuk pengetahuan langsung tentang Hakekat
4) Fath=Merupakan Pengetahuan langsung dari ALLAH yang membukakan Pintu Alam Ghaib ataumerupakan Pengetahuan langsung tentang ALLAH yang membukakan dirinya kedalam Hati
5) Hal = Keadaan Spiritual yang masuk menguasai dalam Hati ,yang tidak bisa dicapai melalui usaha ,Keinginan atau Undangan .ia datang tanpa diDuga dan pergi tanpa diDuga
6) Kasyf = PenyingkapanatauPengungkapan diri Illahi yang tidak hanya menambah pengetahuannya tentang ALLAH ,melainkan menambah kerinduannya dan kecintaan nya kepada ALLAH
7) Ma’rifah = Pengetahuan Hakiki mengenai ALLAH yang datang melalui “Penyingkapan ,Penyaksian ,Pengetahuan ,Cita rasadanCinta”
8) Mukhalafah = Penyingkapan Dimensi Lahiriah ,Dimensi Batiniah danPengungkapan ALLAH sehinggah menginginkan lebih banyak lagi Pengetahuan tentang ALLAH
9) Tajalliyat = Penyingkapan diri ALLAH kepada Makhluknya yang tidak pernah berulang secara sama dan tidak pula pernah berakhir ,yaitu berupa Cahaya batiniah yang masuk kedalam Hati
10) Istidraj = Suatu Keajaiban yang diberikan oleh ALLAH kepada Orang Dholim ,yang berupa Al-Mark(Rasa Aman Dari Azab) ,Al-Kaid(Tipu Daya) ,Al-Imla (Memberi Tangguh) danAl-Ihlak(Siksaan) agar kedurhakaan mereka semakin bertambah disetiap Harinya
TINGKATAN DAN KLASIFIKASI PARA WALIULLAH
Kelompok Pertama : Wali yang jumlahnya bisa di Hitung
1) Aqthab/Quthb/Al-Ghaits = Hanya ada 1 Wali di setiap Zaman
2) Aimmah = Hanya ada 2 Wali di setiap Zaman ,yang pertama dinamakan Abdur Rabbi
1) Aqthab/Quthb/Al-Ghaits = Hanya ada 1 Wali di setiap Zaman
2) Aimmah = Hanya ada 2 Wali di setiap Zaman ,yang pertama dinamakan Abdur Rabbi
yang mengetahui Alam MALAKUT dan yang ke2 diNamakan Abdul Malik yang mengetahui Alam MULK
3) Autad = Hanya ada 4Wali di setiap Zaman ,yang masing-masing dari mereka tinggal di Daerah Timur ,Barat ,Selatan dan Utara yang Arahnya diLihat dari Ka’bah masing-masing dari mereka berGelar Abdul Hayyi ,Abdul Alim ,Abdul Qadir dan Abdul Murid
4) Abdal = Hanya ada 7Wali di setiap Zaman yang Menjaga 7Wilayah ,masing-masing dari mereka mengikuti Jejak IBRAHIM ,MUSA ,HARUN ,IDRIS ,YUSUF ,ISA dan ADAM
5) Nuqada = Hanya ada 12Wali di setiap Zaman ,yang jumlahnya sama dengan Jumlah Galaksi(Kumpulan Bintang) dalam Tata Surya
6) Nujaba = Hanya ada 8Wali di setiap Zaman
7) Hawariyyun = Hanya ada 1Wali di setiap Zaman
8) Rajabiyyun = Hanya ada 40Wali di setiap Zaman ,yang Bermukim di Yaman ,Syam ,Diyar Bakar, Palestina, Madinah, Mekah, Iraq, Mesir dan Danusiri
9) Khatmu = Hanya ada 3Wali di Sepanjang Zaman ,yang mana beliyau adalah ImamMAHDI (Muhammad Bin Abdullah) as, ISA Al-Masih as dan SYUAIB bin SHALIH as yang diUtus menjelang Hari Kiamat sebagai Penutup para Wali dari Umat Nabi MUHAMMAD saw
10) Rijalul Ghaib = Hanya ada 10Wali di setiap Zaman ,yang terdiri atas 5Bagian= 2Orang Wali Menyingkapkan diriALLAH kedalam Jiwanya, 2Orang Wali yang tersembunyi dan tidak diKenal, 2Orang Wali yang tidak bisa diLihat dengan Mata, 2Orang Wali yang Memperoleh Rezeki dan Ilmu dari Alam GAIB, 2Wali dari Golongngan Jin MUSLIM
11) Saqiith Rafraf=Hanya ada 1Wali di setiap Zaman
12) Al-Budala=Hanya ada 12Wali di setiap Zaman ,yang apabila diantara mereka ada yang Meniggal maka yang lainnya menggantikan kedudukan dan Tugasnya
13) Rijalul Isytiyaq=Hanya ada 5Wali di setiap Zaman
14) 300Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi ADAM ,yang masing-masing dari mereka mempunyai 300Akhlak Ilahiah
15) 40Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi NUH
16) 9Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi DAUD
17) 7Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi IBRAHHIM
18) 12Wali yang mempunyai Hati seperti Malaikat IZROIL
19) 5Wali yang mempunyai Hati separti Malaikat JIBRIL
20) 3 Wali yang mempunyai Hati seperti Malaikat MIKAIL
21) 1 Wali yang mempunyai Hati separti Malaikat ISROFIL
22) 18 Wali yang menegakkan perintah ALLAH
23) 8 Wali yang mempunyai kekuatan Ilahiyah
24) 5 Wali yang mempunyai Kekuatan separti 8Orang dari Kelompok sebelumnya
25) 15 Wali yang memiliki keLemah Lembutan dan Kasih Sayang Ilahiyah yang dapat Menguasai Angin seperti Nabi SULAIMAN
26) 8Wali yang diSegani dan berMatabat Tinggi 4Orang diantara mereka ada yang memiliki Hati Nabi MUHAMMAD ,Nabi SYU’AIB ,Nabi SHALIH dan Nabi HUD serta 4Orang diantaranya lagi ada yang selalu di Perhatikan dan di jaga Malaikat ISRAFIL ,Malaikat MIKAIL ,Malaikat JIBRIL dan Malaikat IZRA’IL
27) 24Wali yang mendapatkan Fath/Pembukaan RahasiadanPengetahuan,yang Jumlahnya sesuai dengan Jumlah JAM ,2Orang bertempat diYaman ,4Orang di Negara bagian Timur dan 4Orang diNegara bagian Barat
28) 7Wali yang memiliki Tingkatan-tingkatan yang tinggi
29) 21Wali yang berada diLapisan paling Bawah
30) 3Wali Laki-laki/Wanita yang diBeri Kelapangan Ilahiah dan Kauniyah
31) 3Wali yang berJiwa Ilahiyah yang Maha Pengasih
32) 1Wali Laki-laki/Wanita yang mempunyai Kecerdasan, Keberanian dan Keperkasaan
33) 1Wali yang merupakan Gabungan dari beberapa Unsur yaitu Terlahir dari Malaikat dan Manusia atau Jin dan Manusia, yang mengikuti Jejak Hidup NabiISA
34) 1Wali Laki-laki atau Wanita yang mengatahui Detik-detik semua Alam
35) 2Wali yang disebut sebagai Orang yang Membutuhkan ALLAH yang salah 1dari mereka mampu menyingkap Alam SYAHADAH sedang kan yang1nya mampu menyigkap Alam MALAKUT
36) 1Wali yang Menyebut NamaALLAH dalam Hatinya di setiap tarikan Nafas
37) 10Wali yang Bijak dan mempunyai Kelebihan
38) 6Wali yang Menguasai 6Arah Angin yang diTempati Manusia ,yangmana mereka berada di Irzun; Damaskus; Swes; Maltiyah; Qusuru dan Haran
Kelompok ke 2 : Wali yang Jumlahnya tak terHitung
I. Mulamatiyyah/Malamiyyah = Para Wali yang sebagai RajadanPemimpin ahli Tariqah
II. Fuqara = Para Wali yang Membutuhkan ALLAH
III. Shufiyah = Para Wali yang mempunyai Akhlak mulia
IV. Mubaqqiqun = Para Wali Penegas Kebenaran
V. Ubbad = Para Wali yang senantiasa melakukan Ibadah-ibadah Wajib
VI. Zuhhad = Para Wali yang meniggalkan keDuniaan
VII. Rijalul‘Ma = Para Wali yang tinggal diAir
VIII. Afrad = Para Wali yang Sendirian serta Keluar keDaerah Kutub dan Tinggal disana
IX. Umana = Para Wali yang terPercaya
X. Qurra = Para Wali yang Menjaga Al-Quran dengan Menghafal dan mengAmalkannya
XI. Rijalullah = Para Wali Sejati yang diAgungkan ALLAH
XII. Ahbab = Para Wali yang diCintai dan menCintai ALLAH
XIII. Muhaddats = Para Wali yang diajak Bicara oleh Malaikat dan ALLAH
XIV. Arif = Para Wali yang Mengetahui dan Mengenal ALLAH
XV. Akhilla = Para Wali yang diKasihi ALLAH
XVI. Sumara = Para Wali yang diajak Bicara oleh ALLAH
XVII. Waratsah = Para Wali yang menganiaya diri sendiri demi melakukan Kebaikan
XVIII. Muqtashid = Para Wali yang memberikan Hak berupa kenikmatan dunia kepada dirinya agar bisa digunakan untuk mengabdi kepada ALLAH
3) Autad = Hanya ada 4Wali di setiap Zaman ,yang masing-masing dari mereka tinggal di Daerah Timur ,Barat ,Selatan dan Utara yang Arahnya diLihat dari Ka’bah masing-masing dari mereka berGelar Abdul Hayyi ,Abdul Alim ,Abdul Qadir dan Abdul Murid
4) Abdal = Hanya ada 7Wali di setiap Zaman yang Menjaga 7Wilayah ,masing-masing dari mereka mengikuti Jejak IBRAHIM ,MUSA ,HARUN ,IDRIS ,YUSUF ,ISA dan ADAM
5) Nuqada = Hanya ada 12Wali di setiap Zaman ,yang jumlahnya sama dengan Jumlah Galaksi(Kumpulan Bintang) dalam Tata Surya
6) Nujaba = Hanya ada 8Wali di setiap Zaman
7) Hawariyyun = Hanya ada 1Wali di setiap Zaman
8) Rajabiyyun = Hanya ada 40Wali di setiap Zaman ,yang Bermukim di Yaman ,Syam ,Diyar Bakar, Palestina, Madinah, Mekah, Iraq, Mesir dan Danusiri
9) Khatmu = Hanya ada 3Wali di Sepanjang Zaman ,yang mana beliyau adalah ImamMAHDI (Muhammad Bin Abdullah) as, ISA Al-Masih as dan SYUAIB bin SHALIH as yang diUtus menjelang Hari Kiamat sebagai Penutup para Wali dari Umat Nabi MUHAMMAD saw
10) Rijalul Ghaib = Hanya ada 10Wali di setiap Zaman ,yang terdiri atas 5Bagian= 2Orang Wali Menyingkapkan diriALLAH kedalam Jiwanya, 2Orang Wali yang tersembunyi dan tidak diKenal, 2Orang Wali yang tidak bisa diLihat dengan Mata, 2Orang Wali yang Memperoleh Rezeki dan Ilmu dari Alam GAIB, 2Wali dari Golongngan Jin MUSLIM
11) Saqiith Rafraf=Hanya ada 1Wali di setiap Zaman
12) Al-Budala=Hanya ada 12Wali di setiap Zaman ,yang apabila diantara mereka ada yang Meniggal maka yang lainnya menggantikan kedudukan dan Tugasnya
13) Rijalul Isytiyaq=Hanya ada 5Wali di setiap Zaman
14) 300Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi ADAM ,yang masing-masing dari mereka mempunyai 300Akhlak Ilahiah
15) 40Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi NUH
16) 9Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi DAUD
17) 7Wali yang mempunyai Hati seperti Nabi IBRAHHIM
18) 12Wali yang mempunyai Hati seperti Malaikat IZROIL
19) 5Wali yang mempunyai Hati separti Malaikat JIBRIL
20) 3 Wali yang mempunyai Hati seperti Malaikat MIKAIL
21) 1 Wali yang mempunyai Hati separti Malaikat ISROFIL
22) 18 Wali yang menegakkan perintah ALLAH
23) 8 Wali yang mempunyai kekuatan Ilahiyah
24) 5 Wali yang mempunyai Kekuatan separti 8Orang dari Kelompok sebelumnya
25) 15 Wali yang memiliki keLemah Lembutan dan Kasih Sayang Ilahiyah yang dapat Menguasai Angin seperti Nabi SULAIMAN
26) 8Wali yang diSegani dan berMatabat Tinggi 4Orang diantara mereka ada yang memiliki Hati Nabi MUHAMMAD ,Nabi SYU’AIB ,Nabi SHALIH dan Nabi HUD serta 4Orang diantaranya lagi ada yang selalu di Perhatikan dan di jaga Malaikat ISRAFIL ,Malaikat MIKAIL ,Malaikat JIBRIL dan Malaikat IZRA’IL
27) 24Wali yang mendapatkan Fath/Pembukaan RahasiadanPengetahuan,yang Jumlahnya sesuai dengan Jumlah JAM ,2Orang bertempat diYaman ,4Orang di Negara bagian Timur dan 4Orang diNegara bagian Barat
28) 7Wali yang memiliki Tingkatan-tingkatan yang tinggi
29) 21Wali yang berada diLapisan paling Bawah
30) 3Wali Laki-laki/Wanita yang diBeri Kelapangan Ilahiah dan Kauniyah
31) 3Wali yang berJiwa Ilahiyah yang Maha Pengasih
32) 1Wali Laki-laki/Wanita yang mempunyai Kecerdasan, Keberanian dan Keperkasaan
33) 1Wali yang merupakan Gabungan dari beberapa Unsur yaitu Terlahir dari Malaikat dan Manusia atau Jin dan Manusia, yang mengikuti Jejak Hidup NabiISA
34) 1Wali Laki-laki atau Wanita yang mengatahui Detik-detik semua Alam
35) 2Wali yang disebut sebagai Orang yang Membutuhkan ALLAH yang salah 1dari mereka mampu menyingkap Alam SYAHADAH sedang kan yang1nya mampu menyigkap Alam MALAKUT
36) 1Wali yang Menyebut NamaALLAH dalam Hatinya di setiap tarikan Nafas
37) 10Wali yang Bijak dan mempunyai Kelebihan
38) 6Wali yang Menguasai 6Arah Angin yang diTempati Manusia ,yangmana mereka berada di Irzun; Damaskus; Swes; Maltiyah; Qusuru dan Haran
Kelompok ke 2 : Wali yang Jumlahnya tak terHitung
I. Mulamatiyyah/Malamiyyah = Para Wali yang sebagai RajadanPemimpin ahli Tariqah
II. Fuqara = Para Wali yang Membutuhkan ALLAH
III. Shufiyah = Para Wali yang mempunyai Akhlak mulia
IV. Mubaqqiqun = Para Wali Penegas Kebenaran
V. Ubbad = Para Wali yang senantiasa melakukan Ibadah-ibadah Wajib
VI. Zuhhad = Para Wali yang meniggalkan keDuniaan
VII. Rijalul‘Ma = Para Wali yang tinggal diAir
VIII. Afrad = Para Wali yang Sendirian serta Keluar keDaerah Kutub dan Tinggal disana
IX. Umana = Para Wali yang terPercaya
X. Qurra = Para Wali yang Menjaga Al-Quran dengan Menghafal dan mengAmalkannya
XI. Rijalullah = Para Wali Sejati yang diAgungkan ALLAH
XII. Ahbab = Para Wali yang diCintai dan menCintai ALLAH
XIII. Muhaddats = Para Wali yang diajak Bicara oleh Malaikat dan ALLAH
XIV. Arif = Para Wali yang Mengetahui dan Mengenal ALLAH
XV. Akhilla = Para Wali yang diKasihi ALLAH
XVI. Sumara = Para Wali yang diajak Bicara oleh ALLAH
XVII. Waratsah = Para Wali yang menganiaya diri sendiri demi melakukan Kebaikan
XVIII. Muqtashid = Para Wali yang memberikan Hak berupa kenikmatan dunia kepada dirinya agar bisa digunakan untuk mengabdi kepada ALLAH
Syuaib bin Saleh :Pembawa Panji Hitam dari Ufuk Timur
Seperti yang kita semua tahu dan kepada mereka yang tidak mengetahui, dunia sekarang sudah berada di akhir zaman.
Begitu banyak petanda kiamat sudah dipenuhi malah ramai pengkaji-pengkaji Islam dan Barat bersetuju meramalkan kemunculan Dajjal berlaku dalam masa yang terdekat.
Seperti Sabda Nabi Muhammad SAW,
“Pembawa bendera al-Mahdi adalah seorang laki-laki daripada suku Tamim yang datang dari Timur.”
Ammar bin Yasir RA berkata, “Pembawa Panji-panji Al-Mahdi adalah Syuaib bin Saleh.”
Sesungguhnya hadis itu adalah benar, bukan hadis palsu. Mustahil Nabi SAW berdusta, karena setiap hadis dari Nabi SAW adalah datang dari Allah. Bagaimana Nabi SAW dapat berdusta? Nabi SAW adalah sodiqul masduq (seorang yang benar lagi dibenarkan).
Begitu banyak petanda kiamat sudah dipenuhi malah ramai pengkaji-pengkaji Islam dan Barat bersetuju meramalkan kemunculan Dajjal berlaku dalam masa yang terdekat.
Seperti Sabda Nabi Muhammad SAW,
“Pembawa bendera al-Mahdi adalah seorang laki-laki daripada suku Tamim yang datang dari Timur.”
Ammar bin Yasir RA berkata, “Pembawa Panji-panji Al-Mahdi adalah Syuaib bin Saleh.”
Sesungguhnya hadis itu adalah benar, bukan hadis palsu. Mustahil Nabi SAW berdusta, karena setiap hadis dari Nabi SAW adalah datang dari Allah. Bagaimana Nabi SAW dapat berdusta? Nabi SAW adalah sodiqul masduq (seorang yang benar lagi dibenarkan).
Sabda Nabi saw
Al-Mahdi
akan datang setelah muncul Panji-panji Hitam dari sebelah Timur yang
mana pasukan itu selalu tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun.
(Ibnu Majah)
Sabda Nabi saw.
Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk. Maksudnya ialah al-Mahdi.
(Ibnu Majah, Abu Nuaim & Al-Hakim)
Ya,
khurasan adalah nama tempat....Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW
bersabda; ‘’(Pasukan yang membawa) bendera hitam akan muncul dari
Khurasan. Tak ada kekuatan yang mampu menahan laju mereka dan mereka
akhirnya akan mencapai Jerusalem, di tempat itulah mereka akan
mengibarkan benderanya.’’ (Hadis Riwayat At-Tarmizi).
Khurasan merupakan wilayah yang amat penting dalam sejarah peradaban Islam, sebelum pasukan tentara Islam menguasai wilayah itu, Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya telah menyebut nama Khurasan. Kedudukan geografi Khurasan sangat strategik dan banyak dijajah oleh para penguasa dari zaman ke zaman.
Pada awalnya,Khurasan Raya merupakan wilayah sangat luas terbentang meliputi; kota Nishapur dan Tus (Iran); Herat, Balkh, Kabul dan Ghazni (Afghanistan); Merv dan Sanjan (Turkmenistan), Samarkand dan Bukhara (Uzbekistan); Khujand dan Panjakent (Tajikistan); Balochistan (Pakistan, Afghanistan, Iran).
Kini, nama Khurasan tetap abadi menjadi sebuah nama wilayah di sebelah Timur Republik Islam Iran. Luas wilayah itu mencapai 314 ribu kilometer persegi. Khurasan Iran meliputi Republik Turkmenistan di sebelah Utara dan di sebelah Timur dengan Afganistan. Dalam bahasa Parsi, Khurasan bererti ‘Tanah Matahari Terbit.’
Khurasan merupakan wilayah yang amat penting dalam sejarah peradaban Islam, sebelum pasukan tentara Islam menguasai wilayah itu, Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya telah menyebut nama Khurasan. Kedudukan geografi Khurasan sangat strategik dan banyak dijajah oleh para penguasa dari zaman ke zaman.
Pada awalnya,Khurasan Raya merupakan wilayah sangat luas terbentang meliputi; kota Nishapur dan Tus (Iran); Herat, Balkh, Kabul dan Ghazni (Afghanistan); Merv dan Sanjan (Turkmenistan), Samarkand dan Bukhara (Uzbekistan); Khujand dan Panjakent (Tajikistan); Balochistan (Pakistan, Afghanistan, Iran).
Kini, nama Khurasan tetap abadi menjadi sebuah nama wilayah di sebelah Timur Republik Islam Iran. Luas wilayah itu mencapai 314 ribu kilometer persegi. Khurasan Iran meliputi Republik Turkmenistan di sebelah Utara dan di sebelah Timur dengan Afganistan. Dalam bahasa Parsi, Khurasan bererti ‘Tanah Matahari Terbit.’
Dari negeri dan Negara mana munculnya
pejuang yang mengibarkan panji-panji hitam bukanlah sesuatu yang
penting untuk diperdebatkan. Apa yang perlu diyakini bahawa janji Allah
bahawa kebenaran itu akan tertegak dan kebatilan itu akan dilenyapkan
Nur Muhammad dan 5 Element
Dahulu
kala, masa ketika manusia belum tercipta, Tuhan telah membentuk kelima
unsur: Tanah, Api, Air, Udara, dan Eter (Warna cahaya). Masing-masing
dengan kekuatan unik yang ada pada dirinya. Lantaran adanya keku
atan itulah, tiap unsur bangga akan keadaan dirinya. Sekalipun mereka tercipta karena Tuhanlah yang mencipta,
tiap unsur membual dengan angkuhnya, “Aku yang terbesar! Tiada yang menyamaiku!”
Maka, Tuhan pun berkata, “Akan Kusatukan kelima unsur ini untuk menghilangkan kesombongan mereka. Akan Kupakai cahaya Nur Muhammad untuk melakukannya. Akan Kucipta semua makhluk dengan porsi yang sama untuk setiap unsur ini, agar menyatu dan hilanglah keberbanggaan diri mereka.”
Setelah mencipta Semua Ruh mahluk hidup.
Tuhan pun mengambil Nur Muhammad dari dalam Diri-Nya sendiri. Tuhan berkata di hadapan seluruh makhluk-Nya, “Siapa di antara kalian yang mau menerima cahaya ini? Kalau ada, majulah ke depan.” Ketika cahaya cahaya lain memandang kecemerlangan Nur Muhammad, mereka pun terserap ke dalamnya.
Tuhan kembali bertanya, “Siapa yang mau maju untuk menerima ini?”
Semua makhluk menjawab, “Wahai Sang Pencipta, Ya Rahmaan, Ya Tuhan, cahaya ini menyerap semua cahaya lainnya, bagaimana kami mampu menerimanya?”
Sekali lagi, Tuhan bertanya, “Adakah di antara kalian yang mampu membawa dan menerima Nur Muhammad-Ku?”
Maka, Tanah pun perlahan maju ke depan seraya berkata, “Hamba akan
menerima cahaya ini.”
“Wahai Tanah, akan Kuberikan cahaya ini kepadamu, amanah ini. Namun ia milik-Ku. Engkau sungguh telah terburu-buru dalam menerimanya, dan itu berarti engkau telah menggali lubang kehancuranmu sendiri. Kini, pikirkanlah bagaimana engkau akan mengembalikan cahaya ini kepada-Ku seperti keadaannya semula. Kini kuberikan kepadamu, dan engkau harus menyerahkannya kembali kepada-Ku tanpa cacat barang sedikitpun.” Dan Tuhan berkata, “Kelima unsur ini adalah awal dari ciptaan-ciptaanKu. Akan Kusatukan mereka di dalam tubuh setiap makhluk hidup. Tak ada yang berbeda, mereka akan menjadi unsur dasar dan pendukung bagi jasad makhluk makhluk. Namun pertama-tama, akan Kusatukan mereka terlebih dulu. Akan Kuhancurkan keangkuhan mereka.” Maka, Tuhan pun menghadirkan Nur Muhammad dari Diri-Nya sendiri, memerintahkan cahaya itu untuk menemui setiap unsur dan membuat mereka mengucapkan kalimah La ilaha ill-Allahu Muhammadur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Nur Muhammad, yang sungguh gemerlap oleh cahaya yang benderang, bergerak menjalankan perintah Tuhannya. Pertama kali,
Nur Muhammad melihat unsur Api dan mengucapkan salam kepadanya, seraya berkata, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Api! Kekuatan apa yang engkau miliki?”
Api pun mulai membual, “Tak ada yang lebih hebat dariku. Tak ada yang lebih pintar dariku. Aku lebih kuat dibandingkan apapun jua. Akulah yang terhebat dan tak ada yang sebanding denganku!”
Dengan lemah lembut, Nur Muhammad menjawab, “Wahai, Api. Air dapat memadamkanmu. Ketika engkau hendak membakar sesuatu, Udara pun dapat mengusirmu dari tempat itu. Tanah menundukkanmu dengan debunya. Banyak hal dapat menghentikanmu. Oleh karena itu, bagaimana engkau dapat mengaku lebih hebat dari segalanya? Banyak yang lebih hebat darimu. Maka, apa dasar ucapanmu?
“Selain itu, wahai Api, Dialah yang telah menciptakanmu dan seluruh makhluk. Dialah Tuhan, Penciptamu. Ketika engkau membual dapat melakukan apa saja, engkau tak menyadari Dia dan kekuatan-Nya yang sesungguhnya. Pada kenyataannya, engkaulah yang terendah dari segala makhluk. Kekuatanmu adalah yang terlemah dari kekuatan lainnya. Tidakkah engkau memikirkan hal ini?”
Api pun menyerah, “Ucapanmu benar. Wahai Cahaya Muhammad, kekuatan apa yang engkau miliki?”
“Aku tak memiliki kekuatan,” jawab Nur Muhammad. “Tiada daya dan kekuatan yang kumiliki. Aku adalah hamba dari Dia Yang Maha Kuat. Aku yang terendah dari segala makhluk, dan aku berada di dalamnya. Dia yang menciptakanku adalah Dia satu-satunya yang memiliki kekuatan. Aku mengakuiNya sebagai Yang Maha Agung, dan aku adalah hamba-Nya. Wahai Api, sebut asma-Nya, hadapkan dirimu pada-Nya, percayalah pada-Nya, dan berimanlah dengan teguh kepada-Nya. Dia akan melindungimu. Segala sesuatu ada dalam genggaman-Nya.”
Api berkata, “Ucapanmu benar.”
Maka, agar kesatuan dan kasih sayang dipahami betul oleh Api yang akan menjadi salah satu unsur dasar kehidupan, Nur Muhammad memerintahkannya untuk menerima dan menyebut kalimah. “La ilaha illa-Allahu Muhammaddur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah,” Api mengucapkannya tanpa ragu.
Selanjutnya, Nur Muhammad memandang unsur Air dan mengucapkan salam, seraya berkata, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Air! Kekuatan apa yang ada padamu?”
Dengan angkuh, Air menjawab, “Aku benar-benar hebat! Tiada yang menyamaiku. Aku dapat menghancurkan dan mengendalikan apa saja yang kumau, hutan, tanah, gunung, dan pantai. Kujadikan laut menjadi pantai, pantai menjadi laut. Kuhanyutkan kota-kota, kuhancurkan seluruh dunia. Sungguh, aku mampu melakukan apa saja. Tiada yang menyamaiku.”
“Wahai Air,” jawab Nur Muhammad lembut, “banyak yang lebih baik darimu. Udara menyimpangkan aliranmu, mengombang-ambingkanmu ke sana kemari. Batuan dan gunung-gunung ditempatkan untuk menahanmu, menundukkan aliranmu. Bahkan, semua makhluk hidup akan memakaimu baik untuk hal-hal yang baik maupun yang buruk. Sebagian akan meminummu, sebagian yang lain akan menggunakanmu untuk mandi dan membersihkan diri, sebagian lagi akan membuang kotorannya dan mengotorimu. Engkau pun tergenang di waduk dan danau yang menjadi jorok dan bau. Cacing, belatung, dan binatang menjijikkan lain akan hidup berkembang di dalam dirimu. Engkau akan dibuat hilang kejernihanmu, dan menjadi jorok, menjijikkan, kotor dan bau. Umat manusia akan menampung dan memenjarakanmu ke dalam kolam-kolam dan dam. Makhluk-makhluk yang tak terhingga banyaknya akan hidup di dalam
dirimu, dan mereka akan menggunakanmu untuk membersihkan diri mereka. Dengan demikian, apa dasar bualan dan keangkuhanmu? Begitu banyak yang lebih baik darimu!”
Air pun bertanya, “Wahai, Nur Muhammad. Kekuatan apa yang kau miliki?”
“Tak ada kekuatan pada diriku. Allah-lah satu-satunya yang memiliki kekuatan,” jawab Sang Nur. “Dia Yang Maha Kuasa. Dengan kekuasaan Ia mencipta segala sesuatu, semua energi dan makhluk hidup. Dia melindungi semua, dan Dialah yang mengendalikan dan berkuasa atas segala sesuatu. Dia Maha Kuat, Maha Besar. Aku hanyalah hamba-Nya. Aku tak punya kekuatan. Aku melayani segala makhluk ciptaan sesuai perintah-Nya. Aku beriman kepadaNya. Allah, Yang Esa yang mengatur dan memelihara, adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan. Aku beriman kepada-Nya, aku berserah diri kepada-Nya. Aku merendahkan diriku di hadapan-Nya, Sang Pencipta, Sang Pemelihara. Wahai, Air, percayalah kepada-Nya dengan seteguh-teguhnya, berimanlah dan bersujudlah kepada-Nya.” Nur Muhammad kemudian memerintahkan Air untuk mengucapkan kalimah, dan Air pun melakukannya tanpa ragu, “La ilaha illa-Allahu, Muhammadur Rasulullah.”
Selanjutnya, Sang Nur memandang Udara dan mengucap salam kepadanya, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Udara. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Udara pun mulai menyombongkan diri, “Tak ada yang lebih kuat dariku. Aku memiliki kekuatan yang hebat. Tak ada yang bisa menghentikanku. Aku melakukan apapun yang kumau. Kuhancurkan hutan, kurobohkan pohon-pohon besar. Aku ini besar. Tak tertandingi!”
Nur Muhammad tersenyum dan berkata, “Wahai Udara, ada sekian banyak perintang yang mampu mengendalikanmu dan menghalangi kerusakan yang engkau lakukan. Gunung-gunung yang tinggi dan pohon-pohon besar merintangimu dan menghilangkan kekuatanmu dengan menyebarkanmu ke empat arah. Mereka menghalangimu. Dan di atas semua ini, Sang Pencipta menciptakan tanah, api, air, eter, dan dirimu. Lupakah engkau akan Dia? Bila Dia mau, Dia akan menundukkanmu dalam sekejap.”
“Kekuatan apa yang kau miliki, wahai Nur Muhammad?” tanya Udara.
“Aku tak memiliki kekuatan. Seluruh kekuatan ada pada Tuhan, Penciptaku. Aku adalah hambanya. Aku menerima-Nya, beriman dan berpegang teguh pada-Nya. Dia Yang Tertinggi, dan engkau pun musti berpegang teguh pada-Nya. Dia akan melindungimu.
“Wahai Udara, akan kaulihat wajah-wajah para makhluk, engkau akan mampu melihat mereka. Namun mereka tak akan bisa melihatmu. Tak satupun dapat mengagumi keindahanmu. Inilah kekuranganmu. Oleh karena itu, bagaimana engkau mengakui kehebatanmu?”
Udara menerima perkataan itu, dan Nur Muhammad pun memerintahkannya untuk mengucapkan kalimah. “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah,” Udara menyebutnya tanpa ragu.
Kemudian, Sang Nur memberi salam pada Eter, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Eter. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Eter pun membual, “Akulah yang terhebat dari semua. Aku memiliki gemerlap sinar-sinar dan warna. Tak ada yang sebanding denganku!” “Dia Yang Esa lebih besar darimu,” jelas Nur Muhammad. “Dia memiliki kekuatan tak terbatas. Dia memiliki ramuan yang mampu membunuhmu di tujuh dunia. Dan Dia memiliki warna-warna tak terhingga. Allah-lah satu-satunya yang agung!”
Nur Muhammad memerintahkan Eter untuk mengucapkan kalimah, “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah,” dan Eter pun menurutinya.
Akhirnya, Nur Muhammad menjumpai Tanah dan berkata, “As-salaamu‘alaikum, wahai Tanah. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Tanah menjawab, “Wahai Nur Muhammad, aku tak memiliki kekuatan. Tak ada daya dan kekuatan padaku. Allah satu-satunya Yang Agung. Dia Yang Terhebat dan aku tak memiliki kehebatan sedikitpun. Seluruh makhluk akan menginjak-injakku, meludahiku, dan menghinakanku. Mereka akan menggaliku, lalu membawaku dari tempat ke tempat. Kotoran dan najis, mayat dan sampah, akan dikubur di dalam diriku. Aku akan memikul semuanya ini. Oleh karena itu, aku yang terendah dari semua makhluk. Aku percaya pada Tuhan semata.”
Mendengar hal ini, cahaya Nur Muhammad itu berujar, “Engkaulah yang terbaik dari semua!” Dengan suka cita Sang Nur memeluk dan mencium Tanah. Kemudian, Nur Muhammad berkata, “Wahai Tanah, Tuhan akan menciptakan makhluk-makhluk dari dirimu dan akan menumbuhkannya di dalam dirimu. Emas, air, api, udara, eter, berlian, logam, dan apa-apa yang berharga akan ditempatkan di dalam dirimu. Sifat-sifat yang indah, sabar, syukur, menahan diri, juga akan diletakkan di dalam dirimu. Engkau akan menjadi jasad sekaligus denyut nadi bagi seluruh kehidupan. Tuhan akan mencipta segalanya melaluimu. Dia akan menyebarkan kekayaan-Nya melaluimu dan memberi
kedamaian bagi segala makhluk. Tuhan menawarkan anugerah yang tiada ternilai ini padamu. Engkau akan menjadi ibu dari makhluk-makhluk, ibu yang sabar bagi seluruh kehidupan, anugerah bagi ciptaan-Nya.” Tanah membalas ciuman Sang Nur, dan ketika mereka saling berpelukan, cahaya Nur Muhammad memasuki Tanah.
Itulah sebabnya pada hari ini, ketika sujud dalam shalat, kita menekankan dahi pada tanah, mengikuti Nur Muhammad. Setiap orang bersujud menundukkan tubuh ke tanah. Kita menggunakan tanah untuk seluruh kebutuhan hidup kita. Kita hidup di atasnya, tidur di atasnya, makan di atasnya, tumbuh di atasnya, dan menyerap berbagai manfaat darinya. Tuhan meletakkan energi dasar (shaktis) dan anugerah besar di dalam tanah.
Tanah pun bersaksi dengan kalimah, mengucapkan, “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Engkau, Ya Allah, Maha Besar, Maha Tinggi. Aku mempercayai-Mu dan meletakkan kepercayaan kepada-Mu. Aku beriman kepada-Mu. Aku menerima Muhammad sebagai Utusan-Mu, dan aku menerima cahaya ini sebagai wakil-Mu, sebagai Sang Nur, khalifah-Mu. Aku menerimanya dan mengabdi pada-Mu dengan iman, keyakinan, keteguhan
tiap unsur membual dengan angkuhnya, “Aku yang terbesar! Tiada yang menyamaiku!”
Maka, Tuhan pun berkata, “Akan Kusatukan kelima unsur ini untuk menghilangkan kesombongan mereka. Akan Kupakai cahaya Nur Muhammad untuk melakukannya. Akan Kucipta semua makhluk dengan porsi yang sama untuk setiap unsur ini, agar menyatu dan hilanglah keberbanggaan diri mereka.”
Setelah mencipta Semua Ruh mahluk hidup.
Tuhan pun mengambil Nur Muhammad dari dalam Diri-Nya sendiri. Tuhan berkata di hadapan seluruh makhluk-Nya, “Siapa di antara kalian yang mau menerima cahaya ini? Kalau ada, majulah ke depan.” Ketika cahaya cahaya lain memandang kecemerlangan Nur Muhammad, mereka pun terserap ke dalamnya.
Tuhan kembali bertanya, “Siapa yang mau maju untuk menerima ini?”
Semua makhluk menjawab, “Wahai Sang Pencipta, Ya Rahmaan, Ya Tuhan, cahaya ini menyerap semua cahaya lainnya, bagaimana kami mampu menerimanya?”
Sekali lagi, Tuhan bertanya, “Adakah di antara kalian yang mampu membawa dan menerima Nur Muhammad-Ku?”
Maka, Tanah pun perlahan maju ke depan seraya berkata, “Hamba akan
menerima cahaya ini.”
“Wahai Tanah, akan Kuberikan cahaya ini kepadamu, amanah ini. Namun ia milik-Ku. Engkau sungguh telah terburu-buru dalam menerimanya, dan itu berarti engkau telah menggali lubang kehancuranmu sendiri. Kini, pikirkanlah bagaimana engkau akan mengembalikan cahaya ini kepada-Ku seperti keadaannya semula. Kini kuberikan kepadamu, dan engkau harus menyerahkannya kembali kepada-Ku tanpa cacat barang sedikitpun.” Dan Tuhan berkata, “Kelima unsur ini adalah awal dari ciptaan-ciptaanKu. Akan Kusatukan mereka di dalam tubuh setiap makhluk hidup. Tak ada yang berbeda, mereka akan menjadi unsur dasar dan pendukung bagi jasad makhluk makhluk. Namun pertama-tama, akan Kusatukan mereka terlebih dulu. Akan Kuhancurkan keangkuhan mereka.” Maka, Tuhan pun menghadirkan Nur Muhammad dari Diri-Nya sendiri, memerintahkan cahaya itu untuk menemui setiap unsur dan membuat mereka mengucapkan kalimah La ilaha ill-Allahu Muhammadur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Nur Muhammad, yang sungguh gemerlap oleh cahaya yang benderang, bergerak menjalankan perintah Tuhannya. Pertama kali,
Nur Muhammad melihat unsur Api dan mengucapkan salam kepadanya, seraya berkata, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Api! Kekuatan apa yang engkau miliki?”
Api pun mulai membual, “Tak ada yang lebih hebat dariku. Tak ada yang lebih pintar dariku. Aku lebih kuat dibandingkan apapun jua. Akulah yang terhebat dan tak ada yang sebanding denganku!”
Dengan lemah lembut, Nur Muhammad menjawab, “Wahai, Api. Air dapat memadamkanmu. Ketika engkau hendak membakar sesuatu, Udara pun dapat mengusirmu dari tempat itu. Tanah menundukkanmu dengan debunya. Banyak hal dapat menghentikanmu. Oleh karena itu, bagaimana engkau dapat mengaku lebih hebat dari segalanya? Banyak yang lebih hebat darimu. Maka, apa dasar ucapanmu?
“Selain itu, wahai Api, Dialah yang telah menciptakanmu dan seluruh makhluk. Dialah Tuhan, Penciptamu. Ketika engkau membual dapat melakukan apa saja, engkau tak menyadari Dia dan kekuatan-Nya yang sesungguhnya. Pada kenyataannya, engkaulah yang terendah dari segala makhluk. Kekuatanmu adalah yang terlemah dari kekuatan lainnya. Tidakkah engkau memikirkan hal ini?”
Api pun menyerah, “Ucapanmu benar. Wahai Cahaya Muhammad, kekuatan apa yang engkau miliki?”
“Aku tak memiliki kekuatan,” jawab Nur Muhammad. “Tiada daya dan kekuatan yang kumiliki. Aku adalah hamba dari Dia Yang Maha Kuat. Aku yang terendah dari segala makhluk, dan aku berada di dalamnya. Dia yang menciptakanku adalah Dia satu-satunya yang memiliki kekuatan. Aku mengakuiNya sebagai Yang Maha Agung, dan aku adalah hamba-Nya. Wahai Api, sebut asma-Nya, hadapkan dirimu pada-Nya, percayalah pada-Nya, dan berimanlah dengan teguh kepada-Nya. Dia akan melindungimu. Segala sesuatu ada dalam genggaman-Nya.”
Api berkata, “Ucapanmu benar.”
Maka, agar kesatuan dan kasih sayang dipahami betul oleh Api yang akan menjadi salah satu unsur dasar kehidupan, Nur Muhammad memerintahkannya untuk menerima dan menyebut kalimah. “La ilaha illa-Allahu Muhammaddur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah,” Api mengucapkannya tanpa ragu.
Selanjutnya, Nur Muhammad memandang unsur Air dan mengucapkan salam, seraya berkata, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Air! Kekuatan apa yang ada padamu?”
Dengan angkuh, Air menjawab, “Aku benar-benar hebat! Tiada yang menyamaiku. Aku dapat menghancurkan dan mengendalikan apa saja yang kumau, hutan, tanah, gunung, dan pantai. Kujadikan laut menjadi pantai, pantai menjadi laut. Kuhanyutkan kota-kota, kuhancurkan seluruh dunia. Sungguh, aku mampu melakukan apa saja. Tiada yang menyamaiku.”
“Wahai Air,” jawab Nur Muhammad lembut, “banyak yang lebih baik darimu. Udara menyimpangkan aliranmu, mengombang-ambingkanmu ke sana kemari. Batuan dan gunung-gunung ditempatkan untuk menahanmu, menundukkan aliranmu. Bahkan, semua makhluk hidup akan memakaimu baik untuk hal-hal yang baik maupun yang buruk. Sebagian akan meminummu, sebagian yang lain akan menggunakanmu untuk mandi dan membersihkan diri, sebagian lagi akan membuang kotorannya dan mengotorimu. Engkau pun tergenang di waduk dan danau yang menjadi jorok dan bau. Cacing, belatung, dan binatang menjijikkan lain akan hidup berkembang di dalam dirimu. Engkau akan dibuat hilang kejernihanmu, dan menjadi jorok, menjijikkan, kotor dan bau. Umat manusia akan menampung dan memenjarakanmu ke dalam kolam-kolam dan dam. Makhluk-makhluk yang tak terhingga banyaknya akan hidup di dalam
dirimu, dan mereka akan menggunakanmu untuk membersihkan diri mereka. Dengan demikian, apa dasar bualan dan keangkuhanmu? Begitu banyak yang lebih baik darimu!”
Air pun bertanya, “Wahai, Nur Muhammad. Kekuatan apa yang kau miliki?”
“Tak ada kekuatan pada diriku. Allah-lah satu-satunya yang memiliki kekuatan,” jawab Sang Nur. “Dia Yang Maha Kuasa. Dengan kekuasaan Ia mencipta segala sesuatu, semua energi dan makhluk hidup. Dia melindungi semua, dan Dialah yang mengendalikan dan berkuasa atas segala sesuatu. Dia Maha Kuat, Maha Besar. Aku hanyalah hamba-Nya. Aku tak punya kekuatan. Aku melayani segala makhluk ciptaan sesuai perintah-Nya. Aku beriman kepadaNya. Allah, Yang Esa yang mengatur dan memelihara, adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan. Aku beriman kepada-Nya, aku berserah diri kepada-Nya. Aku merendahkan diriku di hadapan-Nya, Sang Pencipta, Sang Pemelihara. Wahai, Air, percayalah kepada-Nya dengan seteguh-teguhnya, berimanlah dan bersujudlah kepada-Nya.” Nur Muhammad kemudian memerintahkan Air untuk mengucapkan kalimah, dan Air pun melakukannya tanpa ragu, “La ilaha illa-Allahu, Muhammadur Rasulullah.”
Selanjutnya, Sang Nur memandang Udara dan mengucap salam kepadanya, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Udara. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Udara pun mulai menyombongkan diri, “Tak ada yang lebih kuat dariku. Aku memiliki kekuatan yang hebat. Tak ada yang bisa menghentikanku. Aku melakukan apapun yang kumau. Kuhancurkan hutan, kurobohkan pohon-pohon besar. Aku ini besar. Tak tertandingi!”
Nur Muhammad tersenyum dan berkata, “Wahai Udara, ada sekian banyak perintang yang mampu mengendalikanmu dan menghalangi kerusakan yang engkau lakukan. Gunung-gunung yang tinggi dan pohon-pohon besar merintangimu dan menghilangkan kekuatanmu dengan menyebarkanmu ke empat arah. Mereka menghalangimu. Dan di atas semua ini, Sang Pencipta menciptakan tanah, api, air, eter, dan dirimu. Lupakah engkau akan Dia? Bila Dia mau, Dia akan menundukkanmu dalam sekejap.”
“Kekuatan apa yang kau miliki, wahai Nur Muhammad?” tanya Udara.
“Aku tak memiliki kekuatan. Seluruh kekuatan ada pada Tuhan, Penciptaku. Aku adalah hambanya. Aku menerima-Nya, beriman dan berpegang teguh pada-Nya. Dia Yang Tertinggi, dan engkau pun musti berpegang teguh pada-Nya. Dia akan melindungimu.
“Wahai Udara, akan kaulihat wajah-wajah para makhluk, engkau akan mampu melihat mereka. Namun mereka tak akan bisa melihatmu. Tak satupun dapat mengagumi keindahanmu. Inilah kekuranganmu. Oleh karena itu, bagaimana engkau mengakui kehebatanmu?”
Udara menerima perkataan itu, dan Nur Muhammad pun memerintahkannya untuk mengucapkan kalimah. “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah,” Udara menyebutnya tanpa ragu.
Kemudian, Sang Nur memberi salam pada Eter, “As-salaamu ‘alaikum, wahai Eter. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Eter pun membual, “Akulah yang terhebat dari semua. Aku memiliki gemerlap sinar-sinar dan warna. Tak ada yang sebanding denganku!” “Dia Yang Esa lebih besar darimu,” jelas Nur Muhammad. “Dia memiliki kekuatan tak terbatas. Dia memiliki ramuan yang mampu membunuhmu di tujuh dunia. Dan Dia memiliki warna-warna tak terhingga. Allah-lah satu-satunya yang agung!”
Nur Muhammad memerintahkan Eter untuk mengucapkan kalimah, “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah,” dan Eter pun menurutinya.
Akhirnya, Nur Muhammad menjumpai Tanah dan berkata, “As-salaamu‘alaikum, wahai Tanah. Kekuatan apa yang kau miliki?”
Tanah menjawab, “Wahai Nur Muhammad, aku tak memiliki kekuatan. Tak ada daya dan kekuatan padaku. Allah satu-satunya Yang Agung. Dia Yang Terhebat dan aku tak memiliki kehebatan sedikitpun. Seluruh makhluk akan menginjak-injakku, meludahiku, dan menghinakanku. Mereka akan menggaliku, lalu membawaku dari tempat ke tempat. Kotoran dan najis, mayat dan sampah, akan dikubur di dalam diriku. Aku akan memikul semuanya ini. Oleh karena itu, aku yang terendah dari semua makhluk. Aku percaya pada Tuhan semata.”
Mendengar hal ini, cahaya Nur Muhammad itu berujar, “Engkaulah yang terbaik dari semua!” Dengan suka cita Sang Nur memeluk dan mencium Tanah. Kemudian, Nur Muhammad berkata, “Wahai Tanah, Tuhan akan menciptakan makhluk-makhluk dari dirimu dan akan menumbuhkannya di dalam dirimu. Emas, air, api, udara, eter, berlian, logam, dan apa-apa yang berharga akan ditempatkan di dalam dirimu. Sifat-sifat yang indah, sabar, syukur, menahan diri, juga akan diletakkan di dalam dirimu. Engkau akan menjadi jasad sekaligus denyut nadi bagi seluruh kehidupan. Tuhan akan mencipta segalanya melaluimu. Dia akan menyebarkan kekayaan-Nya melaluimu dan memberi
kedamaian bagi segala makhluk. Tuhan menawarkan anugerah yang tiada ternilai ini padamu. Engkau akan menjadi ibu dari makhluk-makhluk, ibu yang sabar bagi seluruh kehidupan, anugerah bagi ciptaan-Nya.” Tanah membalas ciuman Sang Nur, dan ketika mereka saling berpelukan, cahaya Nur Muhammad memasuki Tanah.
Itulah sebabnya pada hari ini, ketika sujud dalam shalat, kita menekankan dahi pada tanah, mengikuti Nur Muhammad. Setiap orang bersujud menundukkan tubuh ke tanah. Kita menggunakan tanah untuk seluruh kebutuhan hidup kita. Kita hidup di atasnya, tidur di atasnya, makan di atasnya, tumbuh di atasnya, dan menyerap berbagai manfaat darinya. Tuhan meletakkan energi dasar (shaktis) dan anugerah besar di dalam tanah.
Tanah pun bersaksi dengan kalimah, mengucapkan, “La ilaha illa-Allahu Muhammadur Rasulullah. Tiada sesuatu selain Engkau, Ya Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Engkau, Ya Allah, Maha Besar, Maha Tinggi. Aku mempercayai-Mu dan meletakkan kepercayaan kepada-Mu. Aku beriman kepada-Mu. Aku menerima Muhammad sebagai Utusan-Mu, dan aku menerima cahaya ini sebagai wakil-Mu, sebagai Sang Nur, khalifah-Mu. Aku menerimanya dan mengabdi pada-Mu dengan iman, keyakinan, keteguhan
Bentuk dan Fisik Muhammad Rosulullah SAW
Seorang Penyair mengatakan :
كملت محاسنه فلو أهدى السنا للبدر عند تمامه لم يخسف وعلى تفنن واصفيه بوصفه يفنى الزمان وفيه مالم يوصف
kamulat mahasinuhu falaw ahdassana lil badri 'inda tamamihi lam
كملت محاسنه فلو أهدى السنا للبدر عند تمامه لم يخسف وعلى تفنن واصفيه بوصفه يفنى الزمان وفيه مالم يوصف
kamulat mahasinuhu falaw ahdassana lil badri 'inda tamamihi lam
yukhsafi wa'ala tafanuni wasfihi biwasfihi yafnaz zaman wafihi malam yusofi
"Sungguh sempurna keelokannya. Sekiranya ia menghadiahkan cahaya wajahnya ke bulan purnama, niscaya bulan itu akan mengalami gerhana. Bagaimanapun pintar orang yang melukiskan sifatnya, maka akan habis zaman ini dan keindahannya belum terlukiskan semuanya.
Rosulullah SAW adalah orang yang paling tampan dan paling menawan dari jauh, dan kian elok dan manis manakala dilihat dari dekat. Al-Barra' bin Azib R.A berkata : Aku tidak pernah melihat orang yang mengenakan sorban hitam pada baju merah lebih bagus dari Rosulullah SAW."
Abu Hurairah R.A berkata : " Aku tidak pernah melihat sesuatu apa pun yang lebih elok dari Rosulullah SAW, seolah matahari berjalan di wajahnya. Dan aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih cepat jalannya dari Rosulullah SAW, seakan-akan bumi dilipat untuknya, kami melelahkan diri kami, sementara beliau tidak terlihat apa-apa."
Annas bin Malik R.A berkata : " Aku tidak pernah menyentuh segala jenis sutera yang lebih lembut dari telapak tangan Rosulullah SAW. Dan aku sama sekali tidak pernah mencium aroma yang lebih harum dari aroma Rosulullah Saw."
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib jika menggambarkan sifat Rosulullah SAW, ia berkata, "Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Perawakannya sedang. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Rambutnya ikal. Badannya tidak terlalu gemuk dan wajahnya tidak terlalu bulat. Kulitnya putih kemerah-merahan. Kedua matanya sangat hitam, bulu matanya lebat. Ada jajaran bulu diantara dada. Kedua tangan dan kakinya keras dan lentur. Pundaknya bagus. Jika menoleh, beliau menoleh dengan seluruh tubuhnya. Jika berjalan, beliau agak condong ke depan seakan-akan sedang turun dari tempat yang tinggi. Dan beliau penutup nabi-nabi........"(Subhanallah bil kirom)
Beliau adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik hatinya, paling jujur bicaranya, paling lembut sikapnya, paling mulia pergaulannya.
Dari Hind bin Abi Halah R.A ia berkata, Rosulullah SAW itu orang yang besar lagi dibesarkan, wajahnya bersinar laksana bulan purnama, kepalanya besar, rambutnya ikal, warna kulitnya cerah, dahinya luas, alisnya lebat, giginya rapat, perawakannya sedang, perut dan dadanya sejajar, jarak kedua pundaknya lebar, persendiannya besar, telapak tangannya lebar, kedua kakinya mulus, pandangannya menunduk, sebagian pandangannya adalah melirik, dan selalu berakhlaq mulia di hadapan manusia...."
"Sungguh sempurna keelokannya. Sekiranya ia menghadiahkan cahaya wajahnya ke bulan purnama, niscaya bulan itu akan mengalami gerhana. Bagaimanapun pintar orang yang melukiskan sifatnya, maka akan habis zaman ini dan keindahannya belum terlukiskan semuanya.
Rosulullah SAW adalah orang yang paling tampan dan paling menawan dari jauh, dan kian elok dan manis manakala dilihat dari dekat. Al-Barra' bin Azib R.A berkata : Aku tidak pernah melihat orang yang mengenakan sorban hitam pada baju merah lebih bagus dari Rosulullah SAW."
Abu Hurairah R.A berkata : " Aku tidak pernah melihat sesuatu apa pun yang lebih elok dari Rosulullah SAW, seolah matahari berjalan di wajahnya. Dan aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih cepat jalannya dari Rosulullah SAW, seakan-akan bumi dilipat untuknya, kami melelahkan diri kami, sementara beliau tidak terlihat apa-apa."
Annas bin Malik R.A berkata : " Aku tidak pernah menyentuh segala jenis sutera yang lebih lembut dari telapak tangan Rosulullah SAW. Dan aku sama sekali tidak pernah mencium aroma yang lebih harum dari aroma Rosulullah Saw."
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib jika menggambarkan sifat Rosulullah SAW, ia berkata, "Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Perawakannya sedang. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Rambutnya ikal. Badannya tidak terlalu gemuk dan wajahnya tidak terlalu bulat. Kulitnya putih kemerah-merahan. Kedua matanya sangat hitam, bulu matanya lebat. Ada jajaran bulu diantara dada. Kedua tangan dan kakinya keras dan lentur. Pundaknya bagus. Jika menoleh, beliau menoleh dengan seluruh tubuhnya. Jika berjalan, beliau agak condong ke depan seakan-akan sedang turun dari tempat yang tinggi. Dan beliau penutup nabi-nabi........"(Subhanallah bil kirom)
Beliau adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik hatinya, paling jujur bicaranya, paling lembut sikapnya, paling mulia pergaulannya.
Dari Hind bin Abi Halah R.A ia berkata, Rosulullah SAW itu orang yang besar lagi dibesarkan, wajahnya bersinar laksana bulan purnama, kepalanya besar, rambutnya ikal, warna kulitnya cerah, dahinya luas, alisnya lebat, giginya rapat, perawakannya sedang, perut dan dadanya sejajar, jarak kedua pundaknya lebar, persendiannya besar, telapak tangannya lebar, kedua kakinya mulus, pandangannya menunduk, sebagian pandangannya adalah melirik, dan selalu berakhlaq mulia di hadapan manusia...."
Subscribe to:
Posts (Atom)