Lama
kemudian, Tuhan pun bermaksud menciptakan makhluk hidup. Melalui
segenggam tanah, api, air, udara, dan eter, Dia membentuk jasad bagi
makhluk-makhluk itu. Lalu Dia pun berkehendak mencipta manusia 70.000 ta
hun
sebelumnya, Dia telah menetapkan rizki, pemeliharaan (rizq) bagi
manusia itu pangannya, airnya, kekayaannya, kesenangan, kehangatan, dan
segala hal yang diperlukannya. Bila jumlah makanan, air, api, udara, dan
eter yang ditetapkan untuk seseorang itu telah habis, maka Izrail a.s.,
Sang Malaikat Maut, akan memanggilnya kembali. Inilah yang dimaksud
dengan takdirnya (nasib). Manusia menghadapi takdir ini karena rizkinya,
bagian pemeliharaan untuknya, telah ditetapkan sebelum kedatangannya di
dunia. Setelah mengadakan berbagai makhluk hidup, Tuhan pun mencipta
manusia, dan Dia hendak menjadikan manusia sebagai makhluk paling
tinggi, paling bijaksana di antara semua ciptaan-Nya yang lain. Dia
telah menganugrahkan tiga tingkat kesadaran kepada makhluk-makhluk lain.
Namun kepada manusia Dia menambahkan empat tingkatan lainnya: memilih
atau memutuskan, hikmah, qutb, dan ilmu ini diberikan kepada manusia
agar ia dapat menjadi ayah, guru, sayyid, pemelihara, dan wakil Tuhan
bagi seluruh makluk. Manusia dianugrahi sifat-sifat ini agar ia mampu
memberi ketenangan dan kedamaian bagi makhluk-makhluk lain.
Lalu Tuhan memanggil Malaikat Jibril a.s. dan berkata, “Pergilah ke
empat sisi, empat arah di dunia. Ambillah dari tiap sisinya sampai
engkau peroleh segenggam tanah, lalu berikan kepada-Ku.” Jibril a.s. pun
patuh dan pergi menjalankan perintah itu. Cahaya Nur Muhammad telah
memasuki Bumi ketika sebelumnya Sang Nur menciumnya, sehingga Bumi pun
memiliki hikmah. Maka, ketika Malaikat Jibril a.s. hendak meraih
sejumput tanah,
Bumi itu menyeru, “Wahai Jibril, jangan ambil
tanah dariku. Semua makhluk yang Tuhan ciptakan melaluiku akan
tergelincir ke neraka. Mereka akan berdosa, merusak dan menghancurkan
satu sama lain. Mereka akan menipu, membunuh, dan hidup dengan cara-cara
yang haram. Mereka tak akan memahami kebenaran. Mereka akan hidup kaya
dan bersenang-senang melaluiku dan melupakan Dia, Tuhanku, sehingga
mereka jatuh ke neraka. Bila anak-anak yang tercipta melaluiku itu jatuh
ke neraka, tak kan sanggup aku memikulnya. Sungguh akan sangat menyiksa
dan menyedihkanku bila anakanakku berakhir di neraka. Oleh karena itu,
aku mohon kepadamu, dengan nama Tuhan, janganlah kau ambil tanah
dariku!”
Mendengar ini, Jibril a.s. pun meletakkan tanah itu kembali dan pergi menemui Tuhan, menceritakan semua yang dialaminya.
Lalu Tuhan memanggil Malaikat Mikail a.s. dan berkata, “Pergilah ke
empat sisi, empat arah di dunia. Ambillah dari tiap sisinya sampai
engkau peroleh segenggam tanah, lalu berikan kepada-Ku.” Mikail a.s. pun
patuh dan pergi menjalankan perintah itu.
Maka, ketika
Malaikat Mikail a.s. hendak meraih sejumput tanah, hingga bumi itu
bersumpah,”Wahai, Mikail, demi Allah aku tidak akan rela, sebagian
tanah-ku dijadikan Adam. Kerana aku bimbang kelak Adam akan berbuat
maksiat kepada Allah. Namun hal yang serupa terjadi pada Mikail a.s. dan
ia kembali menghadap
Tuhan. Kemudian Malaikat Israfil a.s.
diutus, namun ia pun kembali dengan cara yang sama. Sampai akhirnya,
Tuhan mengutus Sang Malaikat Maut (Izrail a.s). Ketika Izrail a.s.
mengambil tanah dari keempat sisi dunia, Bumi melarangnya, “Dengan nama
Tuhan, aku mohon padamu, jangan kau ambil tanah dariku!” Namun Izrail
a.s. bersikeras, “Adukan itu kepada Dia yang engkau telah bersumpah
dengan nama-Nya! Dialah yang telah memerintahkanku mengambil tanah ini.
Adukan itu kepada-Nya!”
Izrail pun berkata "Hai bumi,
ketahuilah kedatanganku ke mari atas perintah Allah dan atas nama Allah.
Jika engkau membantuh atas pekerjaanku ini, bererti engkau membantah
perintah Allah dan tentunya engkau tidak ingin menjadi makhluk yang
durhaka kepada Allah, bukan?". Mendengar perkataan Izra'il, maka bumi
tidak dapat berkata apa-apa kecuali membiarkan Izra'il mengambil
segenggam tanah dari keempat sisi, dengan tidak banyak reaksi. Setelah
Izra'il mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah dia ke hadrat Illahi.
Tuhan swt bertanya, menegur,”Bukankah ia meminta perlindungan pada ku
dari mu”?
Izroil menjawab,‘ya’ Allah swt menimpal, “Lalu mengapa tak
kau kasihani ia, yang sebagaimana dilakukan 3 sahabatmu, Jibril, Mikail
& Israfil”? Izroil menukas, Tuhan, Ketaatan kepadamu lebih wajib
bagiku dari pada belas kasihmu kepadanya”, Allah swt pun bertitah,”Kamu
aku angkat, sebagai Malaikat Maut, aku kuasakan kepadamu untuk mencabut
Nyawa mahkluk ku”, mendengar hal itu Izroil sepontan Menangis.
Tuhan
swt lantas bertanya.”Apa gerangan Yang membuatmu menangis’? Malaikat
Izroil menjawab,”Tuhan, engkau telah menciptakan dari kalangan Makhluk
(yang berasal dari Tanah liat) ini para Nabi, manusia-manusia pilihan,
para Rasul utusan, engkaupun tidak menciptakan mahkluk yang lebih
membenci kematian dari pada mereka, jadi, jika mereka mengenaliku, tentu
mereka akan membenci & mencaci-maki aku”,
Allah swt mencoba
menghiburnya,”Baiklah, akan aku buat penyebab penyebab kematian sehingga
merekapun akan menisbatkan kematian padanya & mereka tidak akan
menyebutmu besertanya,” kemudian Tuhan swt, ciptakannya Sebab terbunuh,
sebab terbakar, sebab sakit, sebab Lapar & seluruh penyebab kematian
lainnya Lalu, Tuhan swt menitahkan kepada Malaikat Izroil, “Bawalah
segenggam tanah itu ke Karbalaa’, titik pusat dunia.” Izrail a.s. pun
pergi dan meletakkan segenggam tanah itu di tempat yang
diperintahkan-Nya. beberapa ulama hadis berkata bahwa Karbalaa’, hati
dari dunia, berada di antara Jerusalem dan Jeddah.
Mereka
mengatakan bahwa disinilah Adam a.s. dicipta. Namun ada suatu pemaknaan
lain: bahwa segenggam tanah itu, Karbalaa’ itu, adalah juga hati (qalb)
manusia. Di dalamnya, Tuhan mengatur dan memelihara 18.000 alam dan 15
lapisan. Dia meletakkan semua ini di dalam sirr (rahasia) manusia. Di
sinilah peperangan manusia itu terjadi, di hati ini, di segenggam tanah
ini. Ketika segenggam tanah diambil,
Tuhan berkata, “Wahai
Bumi, engkau benar. Akulah yang menciptakanmu, dan Aku akan menciptakan
banyak makhluk melaluimu. Aku akan mengeluarkan aturan dan bagian-bagian
yang telah ditetapkan (nasib). Dan bagi tiap-tiap makhluk yang
kuciptakan melaluimu, Aku akan membuat jasadnya, hidupnya, makanan dan
pemeliharaan yang cukup. Aku sendiri yang akan menjadi Hakim.
Bismillahir Rahmaanir Rahiim untuk segenggam tanah itu, Aku-lah yang
akan menjadi Pemelihara dan Pelindungnya. Aku-lah yang akan menjadi
Penguasa, Pengatur, dan Badushaah-nya. Seperti halnya Aku adalah
Pencipta dan Raja bagimu, Aku pun akan menjadi Raja, Rabb (Tuhan) bagi
siapa yang akan kuciptakan melaluimu, dan Aku sendiri yang akan menjadi
Pelindungnya.
“Wahai Bumi, Aku bertanggungjawab atas
penciptaan, perlindungan, pemeliharaan, dan pemberi kedamaian bagi
seluruh ciptaan-Ku. Aku akan menjadi Hakim, Aku yang akan menjatuhkan
keputusan akhir, dan Aku akan bertanggungjawab atas Hari Kebangkitan dan
kehidupan di Akhirat. Bukan engkau. Maka, tak usah engkau merasa
terbebani olehnya. Aku yang akan menetapkan takdir bagi setiap yang
hidup. Dengan takdir dan kesepakatan, akan ada pembatasan dan sebuah
hari sebagai hari kematian sesuai pembatasan itu. Dan setelah kematian,
akan ada penentuan, keputusan baginya. Ia akan dibangkitkan di hari
kebangkitan, hari diajukannya pertanyaan, dan dijatuhkannya keputusan.
Dari hasil diajukannya pertanyaanitu, Aku akan menciptakan surga dan
neraka.
“Aku-lah yang akan menempatkan di dalam tiap-tiap
manusia ketetapan tentang apa-apa yang halal dan haram, baik dan buruk
(khair dan sharr), rahasia dan perwujudannya (sirr dan sifaat). Aku-lah
yang memberi semua ini, dan Aku yang akan menjatuhkan keputusan akhir.
Aku akan menganugrahkan kerajaan yang sesuai bagi tiap-tiap diri, sesuai
dengan sikap dan perilakunya. Bila ia berlaku baik, maka ia akan
memperoleh kerajaan surga-Ku. Bila ia berlaku buruk, ia akan mendapatkan
kerajaan neraka-Ku. Aku-lah Sang Penguasa surge dan neraka. Aku Raja
dari tiga dunia — dunia jiwa, dunia ini, dan dunia akhirat. Engkau tak
bertanggungjawab atas semua ini, Wahai Bumi. Tak perlu engkau khawatir
atau bersedih akan hal ini. Akulah yang menciptakanmu dan menganugrahkan
bagimu kekuatan yang besar, kemenangan, dan kekayaan. Dan Aku-lah pula
yang akan menyebarkan semua kekayaan ini, bukan engkau. “Namun,
segenggam tanah yang kuambil darimu itu adalah ‘hutang’. Tanah itu
milikmu. Tanah itu diberikan kepadamu. Makhluk hidup yang akan Kucipta
melaluimu akan memperoleh pemeliharaan darimu, hidup dan tumbuh pada
dirimu. Aku akan menggunakanmu sebagai jasad mereka. Mereka akan meminum
airmu, menggunakan api dan udaramu, dan memakan segala yang tumbuh
darimu. Inilah ‘kekayaan bersama’ yang Kuberikan kepadamu. Aku telah
menganugrahkanmu tanah, api, air, udara, dan eter untuk digunakan
bersama oleh semua ciptaan-Ku. Seperti itulah Aku akan mencipta, dan
engkau haruslah senantiasa menyediakan dirimu bagi mereka, tanpa pilih
kasih. “Semua ciptaan, bahkan burung dan hewan-hewan, akan terikat pada
kelima elemen ini. Barangsiapa sanggup memutus ikatan-ikatan ini dan
mengenal-Ku ketika ia tumbuh dan berkembang, barangsiapa melakukan ini
dan sujud mengabdi pada-Ku, Aku akan ’sujud mengabdi kepadanya’.
Barangsiapa mencintai-Ku, Aku akan mencintainya. Barangsiapa mendekat
selangkah padaKu, mencari-Ku, Aku akan mendekat sepuluh langkah padanya.
Barangsiapa memanggil nama-Ku sekali, Aku akan memanggil namanya
sepuluh kali. Barangsiapa memuji-Ku sekali, Aku akan memujinya sepuluh
kali. “Tak terhitung banyaknya mulut, telinga, mata, hidung, dan tangan
yang ada dalam diri-Ku. Dengan telinga itulah Aku mendengarnya. Dengan
matanya, Aku melihatnya. Dengan mulutnya, Aku berbicara dengannya.
Dengan tangannya, Aku menuntunnya. Inilah rahmat-Ku. Oleh karena itu,
wahai Bumi, janganlah bersedih. Inilah sebabnya kenapa Kutetapkan apa
yang disebut sebagai takdir, inilah kenapa Kutetapkan batasan dan kadar,
sebuah kesepakatan, pada seluruh makhluk hidup. Aku akan memanggil
kembali setiap
makhluk sesuai dengan kesepakatan itu. “Wahai
Bumi, melalui segenggam tanah sebagai pinjaman darimu ini, Aku
melipatgandakan manusia seribu kali, dan Aku perintahkan mereka
mengembalikan seribu genggam tanah itu pula kepadamu. Ini ‘hutang’-Ku,
kewajiban yang akan Aku emban. Ketika kesepakatan manusia telah
berakhir, Aku bayar ‘hutang’-Ku ini kepadamu. Kuambil segenggam tanah
ini darimu, dan bila seorang manusia tak mengembalikannya kepadamu, maka
hal ini akan menjadi tanggungan besarnya di Hari Penentuan. Dia akan
terhukum. Aku akan mengembalikan setiap manusia ke tempat yang sama di
mana segenggam tanah itu diambil untuk menciptakannya. Akan Kuletakkan
setiap jasad di tempat yang semestinya, dan akan Kuraih jiwanya. Aku
akan melakukannya sesuai kesepakatan dan kadar tiap orang. Oleh karena
itu, wahai Bumi, jangan kau khawatirkan dirimu tentang hal ini. Karena
alasan inilah Aku perintahkan Izrail untuk meletakkan segenggam tanah
itu di titik pusat, Karbalaa’. Inilah hati, dan di dalamnya terdapat
rahasia. Tak perlu kau khawatirkan tentang hal ini.” Tuhan menyimpan
segenggam tanah dari, berbagai penjuru Bumi & Tanah 7 Lapisan Bumi
Yang semuanya itu di campur Tanah dari 4 sisi Dunia(Karbalaa’) selama 70
tahun, di mana Ia menurunkan hujan 7 tahun lamanya demi
memperbanyaknya.
Lalu Allah swt, pun mengambil tanah itu dan membentuk jasad bagi Adam a.s.
1) Kepala Adam dari tanah Baitul Muqaddis dan Lapisan Bumi ke 1, kerana
di situlah berada otak manusia dan di situlah tempat akal, Kepintaran
& Ucapan
2) Kedua Telinganya dari tanah Bukit Tursina, maka jadilah Telinga itu pendengar tempat penerima nasihat.
3) Dahinya terbuat dari tanah Iraq, maka jadilah Dahi itu sebagai tempat untuk sujud kepada Allah.
4) Mukanya terbuat dari tanah Surga, maka jadilah Wajah itu tempat keBagusan, berhias dan tempat kecantikan.
5) Dua Matanya terbuat dari tanah telaga Al-Kautsar, maka jadilah Mata itu tempat untuk menarik perhatian.
6) Giginya terbuat dari tanah telaga Al-Kautsar, maka jadilah Gigi itu tempat manis.
7) Lidahnya terbuat dari tanah Tha'if, maka jadilah Lidah itu tempat
mengucap kalimat syahadat, bersyukur, merendahkan diri dan berdoa kepada
Tuhan
8) Lehernya terbuat dari Lapisan Bumi ke 2
9) Hatinya
terbuat dari tanah Syurga Firdaus, maka jadilah Hati itu kerana di situ
tempat iman, keyakinan, ilmu, kemahuan dan sebagainya.
10) Dadanya terbuat dari Lapisan Bumi ke 3
11) Dua Lengan Tangannya diciptakan dari Tanah Masriq dan Lapisan Bumi ke 4
12) Tangan kanannya terbuat dari tanah ka'bah, maka jadilah Tangan
Kanan itu untuk mencari nafkah, tempat berkah, menolong dalam kehidupan,
bekerja sesama manusia, serta bermurah hati.
13) Tangan kirinya terbuat dari tanah Paris, maka jadilah Tangan Kiri itu
tempat bersuci & beristinjak.
14) Perutnya terbuat dari tanah Khurasan, maka jadilah Perut itu tempat lapardan haus.
15) Auradnya terbuat dari tanah Babylon. Maka jadilah Auradnya itu Di situ tempat sahwad, sex (berahi), tipu daya & Khianat
16) Tulangnya terbuat dari tanah Gunung, maka jadilah Tulang itu tempat yang keras & alat peneguh tubuh badan.
17) Dua kakinya terbuat dari dari tanah Hindia dan Tanah Maghrib, maka jadilah Kakinya itu tempat berdiri dan berjalan.
18) Punggungnya terbuat dari Tanah Lapisan Bumi ke 5, maka jadilah Punggung itu tempat untuk Berbaring
19) Paha & Pantatnya diciptakan dari Lapisan Bumi ke 6
20) Dua Betisnya Terbuat dari Lapisan Bumi ke7
Kemudian ALLAH menciptakan pada Adam as mempunyai 9 Lubang di Kepalanya
yaitu ; 2 Matanya, 2 Telinganya, 2 Lubang Hidungnya & 1 Lubang di
Mulutnya serta 2 Lubang terdapat di Badannya antaralain ; Lubang Qubur
& Duburnya
Allah swt, menjadikan Adam as memiliki 5 Panca
Indra Penglihatan pada Mata ,Pendengaran pada Telinga ,Perasa pada Mulut
,Pencium pada Hidung serta Peraba pada kedua Tangan
Beberapa lama
kemudian, karena Bumi dan Nur telah bersatu, Tuhan menerangi cahaya Nur
Muhammad di dahi Adam a.s. Titik ini disebut sebagai mata kebijaksanaan:
kursi. Sekalipun mata kita tertutup, bila kita membuka mata yang lain,
mata rahmat Tuhan, mata kebijaksanaan ruhani dan pengetahuan (gnanam dan
ilmu) maka kita akan mampu melihat segalanya. Seseorang yang berada di
tingkatan ini akan memiliki keindahan. Ia pun akan dikenal sebagai
Suratul Insan, Suratul Qur’an, atau Suratul Fatihah.